Bersama TNI, Petani di Ponorogo panen jagung

oleh

Ponorogo,- Portalnews Madiunraya.com

Didampingi TNI, petani di Desa Gajah Kecamatan Sambit Ponorogo memanen jagung, Rabu (31/10).

“Sebelum dipetik, petani di desa Gajah kec. Sambit ini mengeringkan jagung di lapang dengan membiarkan tongkol jagung tetap pada tanaman selama 7 – 14 hari, hal ini dilakukan pada pertanaman jagung pada musim kemarau seperti sekarang ini dan cara seperti ini bisa menurunkan kadar air secara signifikan sehingga jagung yangn masih bersama tongkol ini terhindar dari biji pecah saat dipipil menggunakan mesin pemipil jagung.”

Demikian disampaikan Serka Paino Babinsa Koramil 0802/13 Sambit disela-sela kegiatannya melaksanakan pendampingan panen jagung muim kemarau ke 2 (MK-2) tahun 2018 milik anggota poktan Sidomulyo desa Gajah.

Lebih lanjut Serka Paino menuturkan bahwa hasil pertanian jagung sangatlah baik. “Seperti yang kita lihat saat ini, kondisi panen jagung millik para petani di desa Gajah sangat baik yang terlihat dari besarnya tongkol jagung yang dipanen serta pertanaman jagung selama proses taham, perawatan hingga penanganan panen ini berjalan baik pula. Disamping itu, dengan ditanamnya bibit jagung yang unggul, obat-obatan pertanian yang selalu tersedia di poktan serta pendampingan yang dilaksanakan oleh pendamping pertanian UPT Distan kecamatan Sambit dan kami selaku Babinsa Gajah yang setiap saat mendampingi para petani dalam mengelola usaha pertaniannya sehingga para petani disini dapat melaksanakan semua tahapan pertanian jagung sesuai dengan tehnik pertanian jagung yang kami berikan.” urai Serka Paino.

Ditanya tentang bentuk pendampingan setelah proses panen jagung ini, Serka Paino menjelaskan bahwa usai proses panen jagung milik anggota poktan Sidomulyo ini akan dilanjutkan dengan penanganan pasca panen berupa pengeringan secara maksimal. “Setelah dipipil dan penyimpanan hasil panen jagung dengan baik serta pemasarannya akan terus kami dampingi sehingga pengelolaan pertanian jagung dari mulai tanam sampai dengan pemasaran hasil produksi milik petani ini tidak mengalami kesulitan,” pungkasnya.(MdC0802/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *