Menggugah Kembali semangat Nasionalisme Bendera Raksasa Dibentangkan Di Gunung Sepikul Watulimo, Trenggalek

oleh

Reporter : Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Jika sebelumnya Polres Trenggalek bersama Kodim 0806 Trenggalek membentangkan bendera raksasa di gunung Kebo, kali ini sedikit berbeda.

Bendera raksasa berukuran 20 X 30 m di bentangkan di gunung sepikul Watulimo Trenggalek.

Tantangan kali ini lebih berat, karena hanya bisa dilakukan oleh pemanjat tebing profesional, mengingat gunung sepikul merupakan tebing batu andesit dengan ketinggian mencapai 400 m, Rabu (15/8).

Dalam prosesi pengibaran bendera tersebut, Wakil Bupati Trenggalek H.M. Nur Arifin bertindak selaku inspektur upacara.

Sementara peserta upacara terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti Orari, Basarnas, PMI, Basarnas, Tagana, Baaznas, PSC 119, FKKPI, komunitas misi keterjalan Indonesia, Tripixi, Pramuka, perwakilan perguruan pencak silat, pelajar dan masyarakat sekitar

Nampak hadir pula dibarisan undangan, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S,I.K., M.H., Dandim 0806 Trenggalek Letkol inf. Dodik Novianto, S.Sos, Kajari Trenggalek Lulus Mustofa SH, MH., Adm Perhutani Andi Iswindarto, Muspika kecamatan Watulimo dan perangkat desa Watuagung.

Dikonfirmasi terpisah, AKBP Didit mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut. Selain menggelokan kembali semangat nasionalisme, pengibaran bendera raksasa tersebut juga dapat menarik perhatian para wisatawan dari luar kabupaten Trenggalek.

“Pengibaran bendera raksasa adalah sesuatu yang unik. Tidak semua orang bisa melakukan itu. Butuh tim yang profesional dan solid. Disamping itu gunung sepikul merupakan kawasan wisata panjat tebing sehingga bisa menarik wisatawan,” ucap AKBP Didit

Dan yang pasti, kegiatan ini mampu menggugah kembali semangat nasionalisme anak bangsa di tengah gempuran lonjakan teknologi saat ini, imbuh Kapolres.

Dalam acara tersebut, AKBP Didit BWS bersama tamu undangan lainnya berkesempatan menjajal via ferrata gunung sepikul setinggi lebih 200 meter. Dengan menggunakan perangkat keselamatan seperti Seat Harness, Carabiner, Lanyard Arm, Helm dan sarung tangan AKBP Didit meniti satu persatu anak tangga hingga mencapai puncak.

Bagi wisatawan yang datang ke Trenggalek silahkan mencoba via Ferrata gunung Sepikul.
“Cukup menguras andrenalin. Tapi ada kepuasan tersendiri”, ujarnya.(ono/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *