Bupati Emil Buka “ASEAN Mayor” di Singapura

oleh

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak menghadiri dan membuka secara resmi Forum Kepala Daerah ASEAN (ASEAN Mayors Forum) 2018 yang diselenggarakan di Sands Convention and Exhibition Singapura.

Dalam siaran pers resmi yang diterima dari Humas Pemkab Trenggalek, Minggu (8/7/2018) Emil hadir dalam forum itu dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden Asosiasi Pemerintah Daerah Asia Pasifik (United Cities and Local Government Asia Pacific).

“Selain mewakili UCLG Aspac, Emil juga mewakili bupati-bupati seluruh Indonesia san juga Pemkab Trenggalek tentunya,” kata Emil.

Dalam sambutannya Emil mengajak para Kepala Daerah ASEAN untuk saling berkolaborasi dalam mengembangkan pelayanan publik yang lebih efisien dan berkualitas.

Dia mengusulkan adanya Center of Excellence untuk bidang pemerintahan daerah di Sekretariat ASEAN. Usulan Emil ini disambut positif oleh Dubes Elizabeth Supesco untuk ASEAN dari Filipina, dimana Dubes Elizabeth sempat berkelakar.

“Saya awalnya melihat Bapak Emil ini penampilannya mirip anak SMA karena masih muda, tapi ternyata setelah berbicara, dia sangat bijak bagai orang berusia 70 tahun,” ucap Elizabeth.

Dubes Elizabeth juga menyetujui usulan Emil terkait pentingnya unit yang fokus kepada Pemerintahan Daerah di ASEAN, dan menyampaikan bahwa dari 53 badan di sekretariat, belum ada satupun yang fokus ke isu pemerintahan daerah, tambahnya.

Turut hadir dalam forum tersebut di antaranya Deputi Gubernur Bangkok, Wakil Wali Kota Kuala Lumpur, Gubernur Provinsi Bataan Filipina, dan Gubernur DKI Jakarta.

Sebelum menghadiri ASEAN Mayors Forum 2018, Emil lebih dulu bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor dalam sebuah perjamuan makan siang.

Acara yang berlangsung sampai malam itu menjadi kesempatan Emil bersama sejumlah kepala daerah lain berdiskusi seputar sinergitas pembangunan daerah-pusat.

Emil juga sempat berdiskusi intens dengan Presiden Jokowi soal upaya percepatan pembangunan kawasan selatan Jatim, serta rencana pembangunan bandara di Kediri serta jalur pelayaran di pesisir selatan Jawa. (MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *