Khofifah-Emil Kandaskan Gus Ipul-Puti di “Kandang Banteng” Kota Surabaya

oleh

SURABAYA, Madiunraya.com – Pasangan calon Gubernur nomor urut 1 Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sukses mengandaskan paslon nomor urut 2 Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno di daerah yang selama ini menjadi “kandang banteng” alias lumbung suara PDI Perjuangan di Kota Surabaya.

Berdasarkan hasil hitung cepat dari laman Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang dikutip Madiunraya.com pada Jumat  (29/6/2019), Khofifah-Emil meraup 578.220suara persentase 50,8 persen.

Sementara Gus Ipul-Puti meraup 559. 881 suara atau 49,2 persen. Adapun total suara sebanyak 394.795 dengan rincian suara sah 386.211 dan suara tidak sah 8.584.

Jumlah pemilih Pilgub Jatim di Kota Surabaya sendiri berdasarkan laman KPU RI tersebut sebanyak 2.004.488 dengan jumlah pengguna hak pilih sebanyak 1.166.817 pemilih atau dengan partisipasi sebanyak 58.2 persen.

Satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Surabaya sendiri akan menggelar pemungutan suara ulang. KPU Kota Surabaya sendiri akan menindaklanjuti rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu setempat untuk menyiapkan coblos ulang di TPS 49, Kelurahan Manukan Kulon, Surabaya pada Minggu (1/7).

Adapun rekomendasi Panwaslu terkait coblos ulang di TPS 49 karena terdapat pelanggaran adanya dua pemilih yang melakukan coblos ganda di TPS yang berbeda.

Dua pemilih yang melakukan coblos ganda di TPS 49 Manukan Kulon dan TPS 09 Manukan Wetan merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang berusia lanjut. Pasutri bernama Kudori (suami) dan Sulichah (istri) itu kontrak rumah di Manukan Kulon dan mencoblos di TPS 49 terdekat dengan menggunakan formulir C6 (surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih) milik tuan rumah.

Seperti diketahui, Surabaya dikenal sebagai ‘kandang’ PDIP yang mengusung Saifullah Yusuf-Puti Guntur. Selain menjadi Parpol pemenang Pemilu 2014 dengan meraih 15 kursi di DPRD Surabaya, wali kota Tri Rismaharini juga kader Parpol berlambang kepala banteng moncong putih tersebut.

Semangat 45 dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk membantu Gus Ipul-Puti tidak berpengaruh karena warga sadar siapapun yang menang maka Tri Rismaharini tetap jadi wali kota, bukan jadi gubernur.

Sebelumnya diberitakan Khofifah-Emil memenangi Pilgub Jatim versi hitung cepat lembaga survei atau quick count.

Data yang dihimpun juga menunjukkan Khofifah-Emil unggul di sebagian besar daerah di Jawa Timur berdasarkan hitung cepat Indikator Politik Indonesia. Selain di Kota Surabaya, Khofifah-Emil juga unggul di Tuban, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Kediri, Pacitan, Sumenep, Lamongan, Sidoarjo, Probolinggo dan Trenggalek.

Untuk Kota Surabaya, berdasarkan hitung cepat itu, Khofifah-Emil unggul dengan perolehan suara 54,74 persen, sementara pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno mendapatkan suara sebesar 45,26 persen.

Namun, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno unggul di daerah lain, di antaranya Kota dan Kabupaten Malang, Magetan, Tulungagung, Sampang dan Banyuwangi.

Data yang masuk ke Indikator Politik Indonesia sudah 100 persen dengan tingkat partisipasi pemilih atau “voter turn out (VTO) sebanyak 62,05 persen, “margin of error” sebesar 1,32 persen. Hasilnya adalah Khofifah-Emil 53,63 persen dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno 46,37 persen.

Selain Indikator, berdasarkan hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pasangan Khofifah-Emil yang didukung Partai Demokrat, Partai Nasdem, PAN, Partai Hanura, Partai Golkar dan PPP itu unggul dengan angka 54,14 persen suara.

Sementara Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno yang didukung PDI-P, Gerindra, PKB dan PKS memperoleh 45,86 persen suara. Namun demikian, hitung cepat dari lembaga-lembaga survei tersebut bukan hasil akhir dari Pilkada Jatim, melainkan masih menunggu rekapitulasi hasil suara oleh KPU hingga 9 Juli 2018. (MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *