Lebaran Ketupat Sepi Tidak Ada Pawai

oleh

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Tahun politik membuat Lebaran ketupat Jum’at (22/6) Th 2018 di kabupaten Trenggalek menjadi sepi, tidak seperti tahun tahun sebelumnya.

Biasanya ramai dan meriah dengan kegiatan pawai, sekarang di tiadakan.

Pamudji Rochmad Kepala Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek saat di konfirmasi mengatakan bahwa tahun ini lebaran ketupat berdekatan dengan pemungutan suara, “Karena itu kegiatan pawai, sesuai dengan hasil koordinasi dan konsultasi dengan pihak kepolisian di tiadakan,” kata Pamudji.

Tetapi lanjutnya, kegiatan kupatan dilingkungan warga seperti silahturahmi tetap seperti biasanya, yang tidak ada hanya pawai dan arak arak an, lanjut Pamudji.

Menanggapi kegiatan lebaran kupatan didaerah lain Kepala Kelurahan Kelutan yang murah senyum ini, menyampaikan semua sama.

Di Kecamatan Durenan, karena tradisi kupatan di daerah ini sudah mengakar, jadi tidak ada pawai pun tidak ada masalah, silahturahmi tetap berjalan.

“Berbeda dengan di Kelurahan Kelutan, magnet nya adalah pawai. Jadi banyak yang menanyakan”,terangnya.

Ditambahkan, bilamana kegiatan pawai ini dipaksakan tidak apa apa, tetapi karena kita tidak tahu situasi di masyarakat, “Saya kuatir nanti bisa terpancing, karena ada pendukung dari dua calon Gubernur dan Wakil Gubernur, untuk sementara pawai tahun ini di tiadakan”,jelasnya.

Lebih lanjut kata Pamudji, di tiadakanya pawai dalam lebaran ketupat tahun ini, bukan intruksi dari pemerintah daerah, tetapi ini hasil koordinasi dan saran dari teman teman kepolisian, kupatan cukup dilingkungan masing masing saja.
Ditegaskan oleh Pamudji, bahwa kedua calon Gubernur semuanya sudah pernah silahturahmi di Kelurahan Kelutan, “Di Jawa Timur kemungkinan hanya sedikit Kelurahan atau Desa, yang dikunjunginya oleh dua calon Gubernur sekaligus,’ ini sangat membanggakan”,pungkas Pamudji Rochmad.(Ono/gin)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *