Produksi Jenang di Ponorogo Melonjak Jelang Lebaran

oleh

PONOROGO, Madiunraya.com – Produksi jenang dan dodol di industri rumahan `Teguh Rahardjo, Ponorogo, melonjak hingga mencapai 1.000 persen selama ramadhan dan menjelang Lebaran.

Pemilik industri rumahan `Teguh Raharjo, Sri Harijati (66) di Ponorogo, dikutip dari Antara pada Senin (4/6/2018) menuturkan pada hari biasa di luar ramadhan industri rumahan yang dikelola rata-rata memproduksi 300 hingga 500 kotak karton berisi sekitar tiga ons per kotak.

“Produksi rata-rata di luar bulan ramadhan antara 300 hingga 500 kotak per hari. Sedangkan pada bulan ramadhan rata-rata memproduksi 5.000 kotak karton per hari,” ujar Sri Harijati ditemui di rumahnya Jalan Wibisono 90 Kepatihan, Ponorogo.

Untuk bisa memenuhi permintaan konsumen yang melonjak hingga sepuluh kali lipat tersebut, Sri Harijati menambah 15 orang tenaga kerja.

“Pada hari-hari biasa di sini ada 30 orang tenaga kerja. Memasuki bulan ramadhan, saya menambah 15 orang tenaga kerja `pocokan (musiman),” kata dia.

Meskipun permintaan jenang dan dodol melonjak, namun dia mengaku tidak menaikkan harga.

“Saya tidak ingin memanfaatkan kesempatan momentum lebaran dengan menaikkan harga. Jadi harganya tetap stabil, yaitu rata-rata Rp17.500 per kotak karton. Setiap kotak berisi sekitar tiga ons untuk segala jenis jenang dan dodol,” tuturnya.

Sedangkan khusus makanan tradisional madumongso, lanjut dia, harganya Rp30.000 per kotak. “Khusus madumongso harganya Rp30.000 per `pack. Karena proses pembuatannya butuh waktu lebih lama dan lebih rumit,” jelasnya.

Industri rumahan yang dia kelola memproduksi berbagai macam jenang dan dodol. Antara lain, jenang ketan, beras, wajik, ketan wijen, krasikan, kentang. Selain itu juga dodol waluh, kacang hijau, mangga, nanas, sirsat, pisang dan masih ada beberapa lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *