Lelang relokasi Pasar Pon Trenggalek direncanakan akhir tahun 2018

oleh

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Sosialisasi relokasi dan perencanaan pembangunan pasar pon Trenggalek di Gedung Manggala Praja Nugraha, Senin (14/5) dihadiri 703 pedagang.

Siswanto Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Mikro mengatakan “Jumlah pedagang pasar pon ada 703 pedagang, dengan rincian 635 pedagang di los pasar pon, 70 pedagang menempati kios, dan sisanya ada di warung dan di jalan”,ujarnya.

Ditambahkannya, semua pedagang akan direlokasi, tanpa mengganggu aktifitasnya selama bulan Ramadhan, sampai dengan hari raya Idhul Fitri. Setelah itu relokasi akan segera dilelang.

“Para pedagang sementara akan ditempatkan di bekas Duk Capil sejumlah 218 lapak, Pasar basah 65 lapak, dan terminal Colt Trenggalek 218 lapak. Jumlah total 435 lapak.
Sedangkan jumlah pedagang yang terdata sekarang ini ada 703 pedagang.
Agar semua mendapat kan lapak, nanti kita atur bersama”,ungkapnya.

Dalam sambutannya pria yang kalem ini pun menyampaikan, bahwa sebelum nya, perwakilan pedagang pasar pon sudah menemui Sekda, namun Plt bupati Arifin menghendaki bertemu dengan semua pedagang pasar pon.
“Akhirnya acara sosialisasi ini dimulai pukul 15.00 Wib”,jekasnya.

Siswanto pun menceritakan jika pasar pon sekarang ini sebelumnya adalah terminal bus dan sampai sekarang sudah berumur 50 tahun. “Jadi sudah ketinggalan dengan pasar tradisional kabupaten tetangga”,pungkas Siswanto.

Sementara Plt Bupati H.Moch Nur Arifin menyampaikan bahwa rencana pembangunan pasar pon Trenggalek ini, sejak tahun 2016 yang lalu, dan akan di rehab total dan dibangun , selama tiga tahun secara bertahap.

“Namun saya berharap pembangunan pasar ini dipercepat menjadi dua tahun, dan harus sudah selesai, dengan anggaran 35 Milyard, yang diambilkan dari APBD”,jelas Gus Ipin, panggilan akrabnya.

Anggaran sebesar itu, jarang terjadi di kabupaten Trenggalek, biasanya anggaran sebesar ini untuk pembangunan jalan , lanjutnya.

Lebih lanjut menurut Wakil Bupati Termuda di Indonesia ini, pasar pon Trenggalek mulai tahun tujuh puluhan, sampai dengan sekarang tetap begitu begitu saja. Bahkan bukanya semakin bertambah ramai, namun semakin sepi pengunjung.

“Karena itu pasar kebanggaan warga kripik tempe ini, nanti akan kita perbaiki fungsi pasarnya, dan juga kita bangun sebagai pasar wisata. Kita buat even even seperti fashion show, dan pasar ini kita percantik dan menjadi wajah Trenggalek”,urai Gus Ipin.

Selanjutnya pembangunan pasar pon ini akan dilelang pada akhir tahun 2018, dan dibangun secara bertahap.

“Tetapi kekwatiran saya jika pembangunan pasar ini dilakukan oleh rekanan yang berbeda beda, saya kuatir akan terjadi gagal lelang”,jelas Gus Ipin.

Agar pembangunan pasar ini berjalan lancar, kita bermusyawarah dengan dewan, pelaksanaan projeknya multi years, artinya lelang nya sekali langsung 35 milyard.

Kita harapkan di kerjakan mulai bulan Januari 2019 dan seterusnya, sampai dengan dua tahun, bangunan pasar pon Trenggalek sudah tertata, harapnya.

Namun proses persiapan relokasi ini kata Gus Ipin, dipersiapkan mulai sekarang, dengan Anggaran 600 juta.

“Jika masih ada kekurangan kita akan mengajukan pada PAK ( perubahan Anggaran keuangan ). Intinya, relokasi kita siapkan mulai sekarang, bulan Agustus, September, oktober para pedagang mulai berbenah, November, Desember 2018 kita lelang, januari 2019 kita mulai pelaksanaan pembangunan,” pungkas Arifin.(Ono/GiN )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *