DMI Ajak “Arek-arek Suroboyo” Bersatu Lawan Terorisme

oleh

SURABAYA, Madiunraya.com – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya meminta masyarakat dan “Arek-Arek Suroboyo” bersatu melawan terorisme dan menganggapnya sebagai musuh bersama.

“Mari bersatu seperti ketika ‘Arek Suroboyo’ melawan tentara sekutu sehingga melahirkan Hari Pahlawan 10 November,” ujar Ketua DMI Surabaya, Arif Afandi, kepada wartawan di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Di Surabaya, pagi ini terjadi ledakan bom bunuh diri di tiga gereja berbeda, yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di wilayah Ngagel, kemudian GKI Wonokromo Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta di Jalan Raya Arjuno.

Pihaknya menyerahkan dan percaya sepenuhnya kepada kepolisian dan aparat keamanan untuk mengikis habis para teroris di bumi Indonesia.

Serangan bom gereja di Surabaya, kata dia, membuat prihatin semua pihak dan berharap meminta semua elemen masyarakat bersatu padu melawan teror yang bisa mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ini bukan soal agama. Sebab, tidak ada satu pun agama di bumi ini yang mengajarkan kekerasan. Apalagi dengan menggunakan cara bom bunuh diri. Terorisme adalah musuh bersama,” ucapnya.

Mantan Wakil Wali Kota Surabaya itu mengucapkan duka mendalam terhadap para korban tindakan biadab para teroris di Surabaya, termasuk mengutuknya karena bertentangan dengan ajaran agama dan mengoyak sikap guyub serta “seduluran” yang menjadi ciri khas Kota Pahlawan.

Sementara itu, ia mengimbau seluruh pengurus dan takmir masjid di Surabaya untuk terus waspada terhadap berbagai upaya yang mengadu domba dan menjadikan masjid sebagai basis untuk ikut memantau gerakan teroris yang berusaha bangsa Indonesia.

Masjid, lanjut dia, bisa menjadi simpul untuk memantau atau deteksi dini terhadap gerakan para teroris, sebab hampir setiap RT dan RW di Surabaya saat ini berdiri masjid dan takmir maupun jamaah bisa memantau hal-hal mencurigakan di lingkungannya.

“Mayoritas masjid di Surabaya adalah penganut Islam yang ramah dan rahmah. Tidak ada yang menjadi sarang berseminya radikalisme yang mengatasnamakan Islam. Lingkungan masjid yang menyebarkan Islam ramah itulah yang terus ditumbuhkembangkan,” katanya. (MR01/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *