Trenggalek Perkenalkan Kesenian Dan Produk UKM Di Taman Budaya Surabaya

oleh

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Pagelaran yang bertajuk “Kaprawiran Ring Bhumi Teranggalih” di Taman Budaya Jatim, beberapa waktu yang lalu.

Dalam rangka Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) Provinsi Jawa Timur tahun 2018, selain untuk memperkenalkan kesenian daerah, juga untuk memperkenalkan produk UKM Trenggalek.

Gelar Seni Budaya tersebut dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 04/05 Mei 2018 .di Taman Budaya Surabaya.

Untuk kesekian kalinya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim dan Disparpora Kabupaten Trenggalek menampilkan produk UKM unggulan.

Seperti lagu dan tari-tarian asal kota tempe keripik, terjadwal selama dua hari, dengan menampilkan Bedaya Nitisari, Tari Turonggo Yakso, Pertunjukkan Drama Tari “Babad Sri Ratu Lowo”, Lomba membuat dan mewarnai vas bunga, Pagelaran kesenian Jaranan, pemutaran informasi produk unggulan Trenggalek, dan puncaknya pagelaran seni Tayub.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jatim Dr, H. Jarianto, M.Si menyatakan bahwa acara yang diselenggarakan di Taman Budaya Jatim ini merupakan etalase potensi seni budaya dan pariwisata daerah – daerah di provinsi, yang disajikan secara bergiliran. “Trenggalek kita kenal memiliki potensi seni budaya, dan pariwisata yang tak kalah menarik dengan daerah lainnya”,ujarnya

Dalam pagelaran seni budaya tersebut, Kabupaten Trenggalek menyajikan beberapa kesenian di antaranya, tari bedaya Nitisari, yang menceritakan perjuangan pangeran Mangkubumi dalam melawan penjajah Belanda.

Pangeran Mangkubumi yang kelak bertahta di Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat dengan gelar Sultan Hamengkubuwono I , yang berhasil mengalahkan Belanda.

Namun di sisi lain pangeran Mangkubumi harus bertekuk lutut pada seorang puteri dari Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek, yang bernama Mas Ayu Nitisari.

pada penampilan lainya disuguhkan, fragmen Tari Sri Ratu Lowo yang mengangkat legenda masyarakat di Desa Watuagung Kecamatan Watulimo, yang berhubungan dengan obyek Wisata Goa Lowo.

“Sedangkan untuk hari ke kedua disajikan kesenian Langen Tayub, yang merupakan kesenian rakyat khas Trenggalek”, pungkas Jarianto.

Pada kesempatan tersebut, H. Moch. Nur Arifin Plt. Bupati Trenggalek menyampaikan bahwa dirinya sangat berterima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur yang telah memfasilitasi Kabupaten Trenggalek, sehingga dapat menggelar pagelaran seni di Taman Budaya.

“Kami berharap dengan menggelar pagelaran seni budaya di Taman Budaya Surabaya, potensi-potensi budaya Trenggalek dan produk unggulan bisa dikenal luas di seluruh Indonesia”,ujarnya.

Ditambahkannya selain seni budaya, Kabupaten Trenggalek juga memamerkan beberapa produk unggulan. “Kami berharap pagelaran ini dapat memikat banyak pihak, untuk berkunjung serta berinvestasi di Kabupaten Trenggalek” ,pungkas Arifin.(Ono/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *