Pedagang Pasar Pon Trenggalek Minta Pembangunan Tempat Relokasi Dipercepat

oleh

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Revitalisasi pasar pon Trenggalek mendapat tanggapan serius dari Nur Efendi salah satu pedagang pasar pon.
Nur Enfendi pedagang jam dan kacamata ini, mendukung upaya pemerintah yang akan membangun kembali pasar kebanggaan warga kota kripik tempe ini, menjadi pasar yang bersih sehat dan representatif.

Namun sebelum pembangunan pasar pon dimulai, Nur Efendi meminta kepada pemerintah agar lelang tempat relokasi bagi para pedagang ini dipercepat.

“Tujuannya agar pelaksanaan pembangunan nantinya lebih maksimal, dan para pedagang lebih siap untuk menempati kios baru nanti”, urainya, Senin (30/04).

Jumlah pedagang pasar pon menurut pria yang murah senyum ini, kurang lebih ada 700 pedagang, dan pembangunan pasar induk ini menurut informasi, akan dibangun pada bulan Agustus, ldibangun separuh dulu, dimulai dari tengah kebarat.

Menanggapi percepatan pembangunan tempat relokasi, Nur Efendi mengatakan, “Pembangunan pasar relokasi harus dilakukan secepatnya, sebelum pembangunan pasar induk dilaksanakan”,ujarnya.

Jadi tidak bisa begitu saja tempat relokasi jadi, langsung ditempati, tetapi butuh waktu kurang lebih satu bulan, baru pindah ketempat yang baru, sambungnya.

“Maksudnya, selain untuk mengemasi dan menata barang dagangan, juga untuk menginformasikan pada para pelanggan, agar mereka tahu tempat yang baru.
Jadi waktu satu bulan itu untuk sosialisasi”, terang Nur Efendi.

Namun jika pembangunan tempat relokasi, bersamaan dengan pembangunan pasar induk, itu akan menjadi masalah dan rumit. Karena para pedagang akan langsung menempati tempat relokasi, imbasnya pelanggan tidak tahu tempat yang baru, dampaknya pendapatan pedagang akan menurun, jelasnya.

“Padahal penghasilan pedagang itu dari jualan dipasar. akibatnya para pedagang tidak bisa membayar cicilan hutang. Bilamana ini terjadi, para pedagang akan menjadi bangkrut , karena pelangganya menjadi sepi,” ungkap Pendik, panggilan akrabnya.

Sementara itu Kepala bagian administrasi pembangunan dan layanan pengadaan, Ramelan saat dikonfirmasi mengatakan, “Memang ada rencana pembangunan tempat relokasi pasar pon, dengan nilai anggaran sebesar 600 juta. Namun sampai hari ini belum masuk di ULP, jadi ya belum bisa tayang lelang”, jelas Ramelan. (Ono/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *