11 ribu lebih warga Ponorogo terancam tidak bisa nyoblos Gubernur pilihannya

oleh

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Sebanyak 11 ribu lebih warga Ponorogo terancam tidak bisa memilih saat gelaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 digelar 27 Juni mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner Bawaslu Ponorogo, Juwaini, S.Pd saat ditemui diruang kerjanya, Senin (30/04).

Menurut Juwaini, setelah dilakukan Pencocokan dan Penelitian (coklit) yang dilakukan oleh KPU Ponorogo dan disamakan dengan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ponorogo, terdapat 11 ribu lebih warga Ponorogo yang terancam tidak bisa memilih di Pilgub Jatim 2018 mendatang. “11 ribu itu dari 9.200 warga Ponorogo yang masuk database Daftar Pemilih Tetap (DPT) namun belum melakukan perekaman KTP Elektronik dan yang 2.000 dicoret dari DPT karena dinyatakan ganda oleh Disdukcapil”, jelas Juwaini.

Untuk itu, saya mendorong kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ponorogo untuk segera mengejar perekaman bagi 9.200 penduduk Ponorogo yang belum direkam data kependudukannya, sambung Juwaini.

“Selain itu, saya juga merekomendasikan kepada KPU Ponorogo untuk memverifikasi lagi 2000 data penduduk yang dicoret dari database DPT Pilgub Jatim 2018”,lanjut Juwaini.

Kita berharap pelaksanaan Pilgub Jatim 2018 dapat berjalan lancar dan semua warga masyarakat di Ponorogo dapat menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpinnya ditingkat Provinsi Jawa Timur tanpa kecuali, pungkasnya.

Sementara saat di konfirmasi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ponorogo, Vifson Suisno menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras melakukan perekaman bagi seluruh warga Ponorogo. “Kita bekerja seperti biasa dan sesuai dengan target yang ditetapkan, namun perlu diingat kita tidak bisa ditekan oleh siapapun termasuk KPU, akan tetapi kita terus berkoordinasi sesuai dengan Tupoksinya masing masing”,jelas Vifson Suisno. (GiN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *