Lintas Elemen Gotong Royong Membangun MCK Untuk Penderita Stunting.

oleh

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya.

Kerja gotong royong yang di lakukan oleh sejumlah aktifis lintas elemen, yang membangun fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK), serta membenahi rumah Juwarni, orang tua (M) balita Trenggalek yang menderita stunting, atau pertumbuhannya tidak normal, mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Ketua PDIP Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, para aktivis di Trenggalek tergerak hatinya untuk membantu meringankan beban hidup orang tua M. Karena itu mereka melakukan kerja bakti membangun MCK dan membenahi rumah orang tua (M) Minggu (22/4). 

Warga serempak saling membantu. Ada yang membeli peralatan material, ada yang sukarela membawakan makanan ringan kas daerah seperti tempe goreng, ada pula yang menyediakan minuman untuk pelepas dahaga, bagi warga yang bekerja bakti.

Rumah orang tua M sendiri menurut penuturan Doding, masih beralaskan tanah. Di sana juga tak ada fasilitas MCK. Untuk melakukan aktivitas MCK, M dan orang tuanya masih menumpang di tempat tetangga, yang fasilitas MCK-nya sebenarnya jauh dari memadai.

Seringkali mereka memanfaatkan sungai untuk melakukan MCK. Sedangkan fasilitas MCK bersama yang dibangun sejak bertahun-tahun lalu, sudah tak berfungsi dan tak pernah diperbaiki Pemkab Trenggalek.

Hal itulah yang menjadi sumber perdebatan panas antara Cawagub Jatim Emil Dardak yang tak lain adalah bupati non aktif Trenggalek dengan Cawagub Puti Guntur Soekarno beberapa waktu lalu.

“Teman-teman aktivis dan para relawan akhirnya urunan untuk membangun MCK dan membenahi rumah yang bersangkutan. Ini gotong royong semuanya, ada teman-teman partai, para seniman, anak-anak muda, dan warga masyarakat secara umum,” ujar Doding.

Doding mengatakan, fokus gotong royong adalah membangunkan MCK di rumah bersangkutan. “Karena MCK ini vital. Kalau tersedia dan sanitasinya bagus, permasalahan kesehatan bisa dihindari. Karena ini salah satu sumber penyakit dari masalah ini,” ujarnya.

Demikian pula pembenahan rumah, di mana para aktivis dan warga bekerja bakti membuatkan lantai rumah. Sehingga jika perbaikan sudah selesai, lantai rumah tersebut tak lagi beralaskan tanah.

“Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh bapak/ibu yang telah bergotong royong, ikhlas, dan tanpa banyak teori serta janji manis. Insya Allah pembangunan ini selesai tiga hari lagi,” ujar Doding.

Juwarni dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja bakti memberikan bantuan.

“Saya hanya bisa mengucapkan syukur alhamdullilah. Terima kasih atas bantuannya” ungkapnya.

Sulikah, orang tua M, mengaku tak pernah menyangka dan tak pernah berharap mendapat bantuan seperti saat ini. Justru ia mengaku senang ketika rumahnya di kunjungi oleh cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno, beberapa waktu yang lalu.

“Saya ini senang cucu Bung Karno datang ke rumah saya yang seperti ini. Seumur hidup baru kali ini rumah saya didatangi orang-orang pejabat. Ya Allah, alhamdulillah,” ungkapnya terharu. (Ono/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *