Dinilai tidak pro rakyat, Bupati Ipong didemo

oleh


Ponorogo – Portal Madiun Raya
Seribuan masyarakat Ponorogo yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Ponorogo “Tertindas”, menggelar aksi unjuk rasa memprotes beberapa kebijakan Bupati Ponorogo yang menurut mereka tidak pro rakyat, Rabu (11/04).

Start dari depan Masjid Agung Ponorogo, berbagai elemen masyarakat ikut melakukan aksi tersebut termasuk menggelar aksi teatrikal dengan membawa keranda mayat, poster dan kain putih.

Menurut salah satu peserta aksi, Pujiana, dirinya dan beberapa elemen masyarakat yang menggelar aksi tersebut prihatin dengan situasi dan keadaan di Ponorogo. “Banyak ketidakadilan yang dirasakan oleh sebagian masyarakat Ponorogo seperti Warga Ngindeng yang terdampak Waduk Bendo, Warga Sampung yang menolak pendirian pabrik, PKL dan Bentor di Kota Ponorogo”,terangnya kepada awak media.

Untuk itu dirinya meminta Bupati Ipong Muchlissoni segera mengajak mereka untuk duduk bersama dan mencari solusi terbaik atas masalah yang ada di Ponorogo. “Selama ini kami belum pernah diajak untuk berdiskusi dan berdialog dengan mengedepankan kepentingan masyarakat Ponorogo secara umum”,jelas Pujiana.

Jangan menyelesaikan masalah dengan sepihak dengab arogan, karena sebagai orang yang berbudaya kita mempunyai hati dan nurani, yang terpenting masyarakat Ponorogo bertambah kesejahteraan nya dan bukan malah mata pencaharian yang sudah ada dihentikan serta tidak ada solusi atasnya, urai Pujianan.

Sementara menurut Bupati Ipong dibeberapa kesempatan yang lalu, kebijakannya tidak boleh melanggar undang undang. “Seperti Bentor, itu bukan kebijakan saya yang melarang Bentor beroperasi tetapi undang undang yang melarang, kita juga sudah keluarkan kebijakan bahwa bentor boleh beroperasi di luar Kota Ponorogo”,terang Bupati Ipong.

PKL juga melanggar undang undang karena tempat jualannya di Trotoar dan kita akan tertibkan, karena sudah kita siapkan lahan pengganti, tetapi mereka tetap tidak mau menempati, jadi kita akan terus tertibkan terus, sambung Bupati Ipong Muchlissoni.

“Untuk Waduk Bendo kita mengikuti program nasional, solusinya sudah kita lakukan dengan memberikan rumah dan lahan pengganti, namun mereka tetap meminta ganti rugi yang lain seperti tanaman dan disesuaikan dengan luas lahan”,jelas Bupati Ipong.

Sedangkan pendirian pabrik pakan ternak di Sampung adalah justru untuk meningkatkan PAD dan perekonomian masyarakat sekitar, intinya pemerintahan kami tetap sesuai dengan visi misi menuju Ponorogo yang berbudaya, nasionalis dan religius, pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (GiN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *