Warga Kelutan Tolak Pembukaan Pemakaman baru

oleh

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya
Puluhan Warga Kelutan ngeluruk Kantor Kelurahan Kelutan, Kecamatan Kota, Trenggalek, Senin (19/3).

Diterima oleh Muspika setempat, warga Kelutan menanyakan tentang rencana pembukaan tanah pemakaman, di RT 14/RW 5, Dukuh Kemiri, Kelurahan Kelutan, yang akan dikelola oleh sekelompok orang, tanpa ada sosialisasi kepada masyarakat.

Atas persoalan ini Nur Hadi Rochmat, tokoh masyarakat setempat merasa kecewa, karena ada laporan bahwa petugas dari Kabupaten, melakukan survai kelokasi tempat pemakaman. “Padahal sebelumnya, tidak pernah ada sosialisasi pembukaan pemakaman baru, kepada masyarakat setempat”, jelasnya.

Untuk mengatasi masalah ini, agar masyarakat tetap kondusif, saya harap pemerintah desa bertindak tegas, dan memperhatikan seluruh aspirasi warga, lanjut Nur Hadi Rohmat.

“saya minta Mbah lurah bisa bekerja sama dengan warga, sehingga tidak terjadi gejolak di kemudian hari”,pungkas tokoh masyarakat setempat tersebut.

Kepala Kelurahan Kelutan Pamuji Rochmat menanggapi aspirasi warganya mengatakan bahwa bulan Februari 2018 kemarin, lembaga manajemen Makam dan Jenazah Roudhotul Jannah, meminta ijin untuk pembukaan makam di Kelurahan Kelutan. “Karena saya tidak punya wewenang, selanjutnya saya limpahkan ke Dinas PKPLH. Setelah melalui rapat di Kabupaten, SKPD tersebut tidak ada tupoksinya yang mengurusi tempat pemakaman. Tindak lanjut dari rapat tersebut , akhirnya dilakukan survai dilapangan. Ini masih sebatas survai, dan bukan keputusan”,terang Pamuji Rohmat.

Mengingat pemakaman kita masih luas dan mencukupi lanjut Pamuji, juga masyarakat tidak setuju dengan pembukaan pemakaman baru, terserah bagaimana aspirasi masyarakat. “Jika warga menolak, kita sampaikan ke Kabupaten. Tentunya harus ada surat pernyataan penolakan, yang ditanda tangani oleh warga”,ujar Kepala Kelurahan Kelutan tersebut.

Senada yang disampaikan oleh Kepala Kelurahan Kelutan, Danramil Kecamatan Kota, Kapten Rabunondo mengatakan, semua ini masih belum final dan masih dalam proses. “Karena tupoksinya belum jelas, mbah lurah pun juga tidak bisa mengambil keputusan, demikian juga dinas terkait. Karena aturanya belum jelas, masyarakat tidak setuju dengan adanya pembukaan makam tesebut, sebaiknya masyarakat membuat surat pernyataan keberatan dan tidak setuju ,yang ditanda tangani oleh warga masyarakat”, jelas Danramil.

Karena kami tidak serta merta menolak, semua ada prosedur nya, dan ini belum final. Jika warga masyarakat menolak tidak akan dilanjutkan, pungkas Danramil Kota Trenggalek.

Gus Ipung salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan, tidak setuju dengan pengadaan makam yang dilakukan oleh yayasan Roudhatul Jannah, di Kelurahan Kelutan ini.

“Kami warga Kelutan menolak pembukaan makam baru. Karena Tempat pemakaman umum ( (TPU) masih luas dan jumlahnya ada dua”,tegas Gus Ipung.

Ditambahkan oleh Gus Ipung, pembukaan makam tersebut digunakan hanya untuk kelompok tertentu saja. Warga masyarakat setempat yang bukan kelompoknya, tidak bisa dimakamkan disitu.

“Padahal kalau makam Islam seluruh umat islam bisa dimakamkan disitu. Karena itu masyarakat menolak dan tidak setuju”,lanjut Gus Ipung.

‌Camat Kota yang diwakili Kasi Pemerintahan, Nina Indrawati mengatakan, hasil pertemuan ini akan disampaikan kepada pimpinan . “Saya tunggu surat pernyataan keberatan pembukaan pemakam, yang ditandatangani oleh warga, sehingga persoalan ini segera cepat diatasi”,pungkas Nina Indrawati. (Ono/Gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *