Dilarang berjualan, PKL Jl Sultan Agung unjuk rasa

oleh

Ponorogo – www.madiunraya.com
Karena dilarang berjualan, Pedagang Kaki Lima (PKL), yang berjualan di sepanjang Jalan Sultan Agung Kecamatan Ponorogo menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Ponorogo, Senin (19/02).
Aksi tersebut diikuti oleh Perpek 5 atau Paguyuban Persatuan Pedagang Kaki 5 yang menggelar dagangannya di sepanjang Kota Ponorogo.
Menurut Koordinator Aksi, Sutrisno, aksi ini merupakan bentuk bentuk solidaritas seluruh pedagang kaki lima atas nasib PKL di Jalan Sultan Agung yang dilarang berjualan. “Kita inginnya ditata seperti Jalan Malioboro Yogyakarta, bukan direlokasi seperti ini”,keluh Sutrisno.
Kalau direlokasi, banyak kesulitan yang kita hadapi seperti banyaknya pelanggan yang lari dan memulai segalanya dari awal lagi, sambung Sutrisno.
“Kita juga mendoakan supaya Bapak Bupati secara hati nurani memperbolehkan kami berjualan, kalau tidak, kami kesulitan secara ekonomi”, pungkasnya.
Disisi lain, Bupati Ipong Muchlissoni menegaskan bahwa berdagang diatas trotoar melanggar undang undang. “Lagipula kita merelokasi dengan memberikan solusi, yaitu menyediakan tempat relokasi di Jalan Baru yang pembangunannya menelan uang APBD sebesar Rp 900 juta”,ujar Bupati Ipong Muchlissoni.
Kita juga sudah sepakat dengan perwakilan Perpek 5 untuk mau direlokasi, setelah lahan relokasi siap di tempati, mereka minta uang kompensasi, lha ini kayak orang di PHK saja, lanjut Bupati Ipong.
“Pokoknya kita akan menegakkan Undang undang dan peraturan daerah yang berlaku, supaya ada kenyamanan hidup di Ponorogo”,tegas Bupati Ipong Muchlissoni. (GiN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *