Alat Berat Sisir Material Longsor Trenggalek

oleh

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Kamis mulai mengerahkan alat berat untuk menyisir material longsor yang menutup jalan raya antarkecamatan Kampak-Munjungan.

Upaya normalisasi itu dilakukan oleh jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dibantu jajaran BNPB, BPBD, Basarnas, TNI/Polri serta masyarakat.

“Ya, Mulai hari ini ‘backhoe’, ekskavator akan membuka akses dan menyisir jalur Kampak-Munjungan,” kata Kepala Dinas PUPR Pacitan Mochammad Sholeh.

Namun, pengerjaan tak langsung mengeruk timbunan tanah bercampur batu dan kayu di jalur Kampak-Munjungan yang tertutup longsor.

Tetapi alat berat mengurainya secara bertahap dari sisi aman untuk menghindari longsor susulan.

“Kondisi longsoran yang masih labil dan rawan menyebabkan pengerjaan dengan alat berat sedikit terkendala,” ujarnya.

Kata Sholeh, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan tim geologi UGM dan Basarnas untuk pengerjaan pembersihan meterial longsoran demi menghindari risiko keselamatan petugas.

Cuaca yang kurang mendukung dan berkabut dan dikhawatirkan akan turun hujan menjadi kendala yang dihadapi tim evakuasi.

“Alat harus berhenti jika hujan, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk segara membuka jalur Kampak-Munjungan,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak telah melakukan koordinasi dengan OPD terkait.

Tak hanya itu, Emil juga langsung mengontak tim ahli geologi dari UGM dan mendatangkannya untuk dapat segera memetakan area longsoran, sekaligus mencari solusi upaya pembersihan material longsoran dengan tetap memperhatikan SOP (standar operational procedure) dan keamanan tim, mengingat kondisi tanah yang masih labil.

Longsor di jalur Kampak-Munjungan dilaporkan terjadi pada Minggu (21/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Panjang longsoran menurut hasil kajian dinas PUPR dengan tim geologi UGM mencapai 500-an meter dan tinggi atau ketebalan mencapai enam meter.

Longsor itu memanjang dari atas tebing setinggi 200-an meter yang meluncur ke bawah hingga memotong akses Kampak-Munjungan.

Hujan masih mengguyur pada Minggu pagi saat tim gabungan datang dengan mengerahkan alat berat guna evakuasi guguran batu bercampur tanah longsoran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *