Wisata Tumpak Siman (WTS) Desa Selur Ngrayun diresmikan

oleh


Ponorogo – Portal Madiunraya
Satu lagi destinasi wisata alam di Ponorogo dibuka dan diresmikan. Wisata Tumpak Siman (WTS) yang terletak di Dusun Manggis Desa Selur Kecamatan Ngrayun melengkapi obyek wisata yang sudah ada diwilayah Kecamatan Ngrayun.
Sama seperti Air Terjun Sunggah dan Watu Semaur yang terletak di desa yang sama, WTS menyajikan eksotisme kesegaran alam pegunungan.
Pembukaan wahana tersebut tidak terlepas dari kerja apik Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ngrayun Tourism Creative (NTC) yang digawangi oleh Suprapto.
Menurut Suprapto, pembukaan wahana tersebut bertujuan memperkenalkan Ngrayun yang banyak menyimpan potensi wisata alam.
“Meskipun baru seadanya namun pembukaan tempat wisata ini kita laksanakan bertepatan dengan perayaan tahun baru 2018 dan dihadiri kurang lebih 2000 orang yang nantinya akan berpromosi dari mulut ke mulut”, ujar Suprapto, Senin (01/01).
Pihak Pokdarwis Kabupaten Ponorogo juga terus memberikan support kepada kami untuk menciptakan inovasi baru yang sesuai dengan konsep kekinian, sambung Suprapto.
“Harapan kami, Ngrayun dapat dikunjungi oleh turis lokal dan nasional yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Ngrayun”,pungkas Suprapto.
Pun dengan Camat Ngrayun, Hadi Restiono yang mendukung peningkatan perekonomiandi Ngrayun melalui wisata alam. “Kecamatan Ngrayun memiliki banyak potensi alam, bila dikelola dengan baik akan menumbuhkan perekonomian masyarakat”,ujar Camat yang baru 2 bulan memimpin Ngrayun tersebut.
Untuk itu, kita berharap akan adanya koordinasi antar pokdarwis desa di Ngrayun untuk bekerja sama seperti membuat paket kunjungan dengan beberapa lokasi wisata sekaligus, sambungnya.
“Selain itu, promosi melalui media sosial juga sangat efektif untuk menunjukkan bahwa tempat wisata kita benar benar indah dan perlu untuk dikunjungi”,pungkas Hadi.
Sementara menurut Addis, salah seorang pengunjung dari Trenggalek yang menyatakan bahwa pemandangan WTS sangat indah.”Sama seperti puncak di Bogor, namun masih alami, hanya jalan yang menjadi akses kesini harus diperbaiki”,ujarnya. (GiN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *