Dandim Ponorogo Ajak Jamaah Istighotsah dan Tabligh Akbar Amalkan Pancasila

oleh

PONOROGO, Madiunraya.com – Hari Santri tahun 2017 diperingati para Santri se-wilayah Kabupaten Ponorogo dengan rangkaian kegiatan yang cukup meriah antara lain lomba-lomba ke-ilmuan Santri,  Bakti Sosial dan Kirab Santri.

Kegiatan-kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai refleksi atas perjuangan para Pendahulu Santri di Indonesia yang berjuang untuk syi’ar agama Islam dan Perjuangan merebut serta memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia.  Malam ini, Jumat (24/11/2017) mulai pukul 20.00 WIB rangkaian kegiatan Hari Santri tersebut ditutup dengan Istighotsah dan Tabligh Akbar Para Santri se-wilayah Kabupaten Ponorogo bertempat di Aloon-aloon Kabupaten Ponorogo.

Acara yang dihadiri ribuan santri tersebut sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H yang dihadiri oleh Wakil ketua Rois Syuriah PWNU Jatim KH. Ali Mas’adi, Ketua Rois Syuriah PWC NU Ponorogo Drs.K.H Imam Suyuti F, S.H, M.Si, Dandim 0802/Ponorogo Letkol Inf Slamet Sarjianto,S.E, Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmaji, S.H, S.Ik, Bupati Ponorogo diwakili oleh Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra Pemkab Ponorogo H. Siswanto, M.M, Pengurus jajaran PWC NU Ponorogo, Sesepuh dan Kyai NU Ponorogo.

Kemudian jajaran pengurus GP Anshor, Banser dan Fatayat NU Ponorogo serta para Santri dari seluruh penjuru Kabupaten Ponorogo.  Usai Ikrar Janji oleh para Santri, Dandim 0802/Ponorogo mengajak Jamaah Istighotsah dan Tabligh Akbar yang hadir di Aloon-aloon Kabupaten Ponorogo untuk meneguhkan dan mengamalkan Pancasila secara total dengan membacakan teks Pancasila yang ditirukan oleh seluruh jamaah yang hadir.

Dalam sambutannya,  Wakil ketua Rois Syuriah PWNU Jatim KH. Ali Mas’adi menyampaikan bahwa Di-era tehnologi dan kecanggihan alat komunikasi agar para santri tidak terlena dan terpengaruh sehingga kedekatan santri dengan para kyai kalah karena disibukkan dengan HP dan lainnya.

Selanjutnya ia mengajak kepada para santri,  bahwa dengan peringatan Hari Santri kali ini untuk bersama-sama intropeksi diri memperbaiki kesalahan demi tegaknya NKRI, Santri jangan mau diadu domba dengan komponen bangsa lainnya serta bergandengan tangan jalin persatuan dan kesatuan menuju kejayaan NKRI DAN NU. (MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *