Pencarian Korban Banjir Magetan Terkendala Cuaca

oleh

MAGETAN, Madiunraya.com – Tim pencari korban banjir di Magetan, Jawa Timur, Fabustam Abu Amar, menghadapi kendala cuaca di wilayah hulu sungai yang sering mendung dan hujan, sehingga tim menghentikan pencarian karena khawatir terjadi banjir mendadak.

Petugas Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Pos SAR Trenggalek, Andris Dwi Prasetya yang memimpin operasi pencarian di Sungai Gandong, Sabtu (18/11/2017) menuturkan setiap sore kawasan hulu sungai itu mendung dan hujan.

“Karena sudah sore dan cuaca mendung, bisa mengakibatkan hujan dan air sungai naik, sehingga bisa membahayakan tim “rescue” yang melakukan kegiatan pencarian, maka kami menghentikan kegiatan ini dan akan melanjutkan lagi besok pagi,” kata Andris.

Selain faktor cuaca, Andris menambahkan, kontur sungai berbatu juga menyebabkan tim tidak bisa bergerak cepat, sehingga menyisir sungai dengan berjalan kaki dan tidak bisa menggunakan perahu karet.

“Kontur bebatuan seperti ini ditambah banyaknya rumpun bambu di tepi sungai menyebabkan tim sulit bergerak untuk melakukan manuver. Seharusnya kita bisa bermanuver menggunakan perahu karet. Dengan kontur sungai seperti ini, maka kami harus turun langsung ke sungai secara manual,” jelasnya.

Hingga Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WIB, tim gabungan BPBD Magetan, Basarnas, TNI, Polri, PMI, Tagana, Paguyuban Giri Lawu (PGL), dan relawan lain telah melakukan penyisiran gorong-gorong dan sungai sepanjang sekitar 15 kilometer.

“Hingga Sabtu sore tim telah melakukan operasi pencarian sejauh sekitar 15 kilometer dari titik menghilangnya korban. Menurut logika dan pengalaman yang kita alami, arus sungai yang cukup deras korban kemungkinan sudah jauh, lebih dari 15 kilometer,” ujar Andris.

Diberitakan sebelumnya, banjir di Magetan itu mengakibatkan dua orang anak, Arega Rafasta Fifa (11) pelajar SD dan Fabustam Abu Amar (16) pelajar SMA 3 Magetan hanyut terseret arus melewati gorong gorong saat bermain air, Kamis (16/11).

Jenazah Arega ditemukan di gorong-gorong berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi hilangnya korban. Sedangkan Fabustam hingga kini belum ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *