Trenggalek Kini Punya BanyuNget, Wisata Kekinian dan Instagramable

oleh
Obyek wisata BanyuNget di Watulimo Trenggalek. (Foto: Humas Setda Trenggalek)

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur kini memiliki obyek wisata yang kekinian dan cocok untuk wisata keluarga. Obyek wisata berjenis ekowisata tersebut dalah BanyuNget, yang terletak di Dusun Ketro, Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo Trenggalek.

BanyuNget merupakan sebuah wisata alam air hangat yang berada di aliran Sungai Dukuh yang dipadukan dengan wisata alah atau keindahan hutan yang dipadukan hamparan kebun durian maupun buah-buahan lainnya. Selain menyuguhkan wahana berendam air hangat, beberapa wahana lain melangkapi keberadaan ecowisata ini. Wisata hutan yang sedang didorong oleh Perum Perhutani ini tidak hanya menyuguhkan wisata alam, melainkan juga menggabungkan wisata yang fresh, fun, adventure.

Adapun, peluncuran Canopy BanyuNget ini digelar pada Sabtu (11/11/2017) oleh Wakil Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin bersama beberapa Pejabat Perum Perhutani, Forkopimda dan beberapa tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Arifin mengatakan bahwa Ecowisata alam ini tengah dikembangkan Perum Perhutani ini diharapkan mampu melengkapi keberadaan destinasi wisata yang sudah ada, sehingga banyak pilihan lain bagi wisatawan yang berkunjung.

“Tentunya pasti pemerintah akan mendukung upaya-upaya seperti ini. Contohnya di Desa Wisata Sawahan, kemarinkan jalannya masih susah dan saat ini sudah kita perbaiki dengan baik dan kami pernah menginap disini. Kami berharap keberadaan desa wisata ataupun wana wisata itu bisa menunjang wana wisata destinasi,”katanya, sebagaimana dikutip laman Humas Setda Trenggalek.

Dia berharap jika orang main ke Trenggalek, tidak hanya bisa melihat satu atau dua obyek wisata atau kita bisa eksplorasi lebih banyak. Sehingga pengunjung wisata di Trenggalek ini bisa mengeksplore banyak hal, karena banyak obyek wisata di Trenggalek.

“Sudah ada destinasi wisata seperti Goa Lawa terpanjang se-Asia terus kita punya Teluk Prigi, Peden Ciut, Rumah Apung dan yang lainnya, selain itu kita juga punya wisata-wisata pilihan lainnya bagi pengunjung. Seperti halnya Desa Wisata Sawahan ini, BanyuNget, Via Verata di Lereng Spikul,”ujarnya lagi.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Ipin ini mengapresiasi Perhutani dengan terobosan branding pariwisatanya.

“Saya bangga, ternyata Perhutani punya trobosan yang sangat luar biasa di sektor pariwisata hutan. Perhutani berusaha membranding pariwisata hutan ini dengan standart yang lebih baik sehingga siapapun itu yang mengelola, baik itu masyarakat, komunitas ataupun pihak swasta mereka sudah punya standart. Perhutani menghendaki bila itu mau dikembangkan sebagai tempat wisata, ya standartnya seperti ini,” ungkapnya.

Tentunya, kata Gus Ipin lagi, ekologi atau kelestarian hutan harus menjadi entry point yang paling penting. Tentunya saya bahagia Trenggalek mempunyai kesempatan seperti ini.“Dan yang menjadi point penting bagi Perhutani tempat ini bisa menjadi pendongkrak perekonomian di Trenggalek,” jelasnya.

Pria yang juga menjadi Wakil Bupati termuda ini mengucapkan rasa terima kasihnya terhadap Perhutani yang telah mensuport Trenggalek dengan sangat luar biasa. Wabup Arifin juga memberikan tantangan kepada warga masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan serta ramah terhadap pengunjung, karena hanya hal itulah yang menjaga ecowisata ini semakin diminati pengunjungnya.

Pengunjung Membludak

Obyek wisata BanyuNget di Watulimo Trenggalek. (Foto: Humas Setda Trenggalek)

Baru diluncurkan ecowisata Canopy BanyuNget diserbu pengunjung, Sabtu (11/11/2017). Hari pertama diluncurkan Ecowisata Banyu Nget yang berada di Dusun Ketro, Desa Dukuh Kecamatan Watulimo ini dibanjiri pengunjung.

Tak hanya ingin menikmati sensasi air hangat di tengah-tengah sungai yang jernih, pengunjung juga bisa menikmati wahana baru Flying Cycle (sepeda meniti tali) sebelum memasuki lokasi wisata BanyuNget ini, maupun wisata outbond lainnya.

Perhutani benar-benar menjaga standarisasi ecowisata yang sedang dikembangkannya ini. Bahkan dalam slogannya Perhutani berani melabel Wisata BanyuNget ini tidak hanya sekedar wisata air hangat. Pasalnya dilokasi hutan ini juga terdapat berbagai tanaman buah buahan yang nantinya bisa melengkapi keindahan BanyuNget itu sendiri.

Ika salah satu pengunjung yang sempat mencoba Flying Cycle menyatakan sangat senang bisa berkunjung ke Banyu Nget ini. “Selain indah, wahananya juga menantang. Hal ini menjadikan saya ingin kembali lagi dilain kesempatan,” tuturnya.

Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna menyatakan bahwa CANOPY merupakan brand atau identitas yang akan menaungi beragam karakter wisata alam Perhutani dengan jaminan standar produk, pelayanan dan pengelolaan yang profesional dan berkualitas. Obyek wisata alam Kawah Putih di Ciwidey dan BanyuNget di Trenggalek dipilih sebagai pilot project untuk pemenuhan standar CANOPY tersebut.

“Penetapan brand untuk pengelolaan wisata alam Perhutani adalah bagian dari transformasi bisnis perusahaan tahap ke empat yaitu restrukturisasi bisnis yang terdiri dari revitalisasi existing business dan new business development. Kita ingin menghadirkan alternatif tempat liburan untuk anak-anak, supaya mereka kembali ke alam, ke hutan dengan sentuhan futuristik. Sedangkan untuk existing business yang dipertahankan maka kita lakukan rebranding ecotourism dengan CANOPY ini,”jelasnya.

Dia menambahkan bahwa meskipun kontribusi bisnis wisata Perhutani masih relatif kecil dibanding bisnis kayu dan gumrosin, pihaknya yakin rebranding ecotourism ini akan segera mendongkrak pendapatan perusahaan pada 2018 nanti. Rebranding ini juga salah satu upaya Perhutani mendukung percepatan program pengembangan pariwisata Indonesia dan Indonesia Incorporated yang memiliki target menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata dunia dengan target kunjungan 20 juta wisatawan pada tahun 2020.

“Tentunya kami akan terus bekerjasam dengan pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam pengembangan destinasi wisata hutan, tentunya dengan standarisasi yang baik. Seperti halnya di BanyuNget ini, sebelum kita melakukan branding, pengunjungnya hanya 4 hingga 5 orang saja setiap harinya. Namun setelah kita melakukan branding ini, di hari Sabtu, Minggu atau hari libur pengunjung BanyuNget bisa mencapai lebih dari 100 pengunjung,” tambah Sangudi Mochammad,  Kadivre Perhutani Jatim .

“Diharapkan kedepan dengan pengelolaan dan konsistensi yang baik, Ecowisata BanyuNget ini maupun wisata hutan lainnya semakin diminati dan dibanjiri pengunjung,”imbuhnya lagi. (Humas Setda/MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *