Gubernur Jatim Pimpin Apel Kehormatan Hari Pahlawan di TMP

oleh
Soekarwo pimpin renungan hari pahlawan di Surabaya. (Foto: Tempo)

SURABAYA, Madiunraya.com – Gubernur Jawa Timur Soekarwo memimpin apel kehormatan sekaligus mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan sekaligus mendoakan arwah para pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Surabaya, Jumat (10/11/2017) dini hari mulai pukul 00.00 WIB.

“Semoga arwah para pahlawan diterima Tuhan Yang Maha Esa dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Gubernur di sela menjadi inspektur apel dan renungan suci menyambut Hari Pahlawan 10 November tersebut.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, menyatakan hormat terhadap para pahlawan atas keikhlasan dan kesucian merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, demi kebahagiaan masyarakat dan bangsa.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut berjanji bersama masyarakat untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dan mengajak meneruskan perjuangan dan cita-cita para pahlawan, terutama terhadap generasi muda.

Hadir dalam renungan suci tersebut Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar, sejumlah jenderal TNI, serta para kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim.

Sebagai peserta yakni pasukan dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, Petugas Perlindungan Masyarakat, pelajar, karang taruna, satuan tugas ormas, dan puluhan anggota Pramuka.

Di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa itu terdapat 332 makam dari jajaran TNI, polisi 36 orang, pegawai negeri sipil 175 orang, pejuang rakyat 7 orang serta 334 orang yang merupakan pahlawan tidak dikenal.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur membacakan janji untuk meneruskan perjuangan jasa para pahlawan sekaligus penghormatan atas keridhoan dan kesucian mempertahankan Tanah Air meski nyawa taruhannya.

“Perjuangan para pahlawan merupakan perjuangan kami. Jalan kebaktian pahlawan, adalah jalan kebaktian kami juga,” katanya sambil membaca lembaran kertas yang diterangi dua obor karena semua lampu dipadamkan.

Di penghujung upacara, juga dilakukan penghormatan khusus selama hampir lima menit sebagai tanda rasa cinta dan bangga terhadap para pahlawan. (MR01/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *