Tidak Hafal Pancasila, Basuki Dapat Sepeda dari Jokowi

oleh

MADIUN, Madiunraya.com – Ada peristiwa unik saat Presiden Joko Widodo bertemu warga di Madiun, Senin (6/11/2017) kemarin.

Ada salah satu petani bernama Basuki yang tidak hafal pancasila, tapi akhirnya diberikan sepeda oleh sang Presiden. Presiden Jokowi membimbing Basuki ke depan di Dungus Forest Park, Kecamatan Dungus untuk melafalkan Pancasila. Pada akhirnya dia pun mendapatkan hadiah sepeda dari Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga telah membagikan Surat Keputusan Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial serta Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan seluas 2.890,65 hektare kepada masyarakat di Madiun

“Sekarang ini sudah 35 tahun, tenang (jangka waktu izin). Tugas saudara-saudara sekarang adalah bekerja keras agar lahan-lahan yang sudah diberikan itu bermanfaat mensejahterakan bagi kita semuanya,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya di Dungus Forest Park, Kecamatan Dungus, Kabupaten Madiun pada Senin.

Menurut Presiden, pemerintah akan mengawasi secara berkala, enam bulan hingga setahun, pemanfaatan lahan hutan sosial tersebut.

Presiden didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya membagikan ribuan SK yang tercakup ke dalam lima gabungan kelompok tani yaitu kepada LMDH Sumber Lestari, Tulung Agung seluas 663 hektare bagi 928 KK, LMPSDH Wonoreso, Madiun seluas 520hektar untuk 58KK, dan LMPSDH Ngudiwaluyo, Dungus 1.300 hektare untuk 354 KK.

Selain itu, Presiden memberikan kepada LMDH Rizki Abadi, Madiun seluas 297 hektare untuk 185 KK dan LMDH Ngimbang Makmur, Tuban 77,25 hektare untuk 147 kk.

“Silakan mau ditanami coklat silakan, ada yang disampaikan Pak Gubernur tanam iles-iles. Kalau cocok silakan, itu bagus untuk ekspor tapi harus dirawat,” ujar Presiden.

Presiden juga mengingatkan jika masyarakat ada yang mau mengagunkan SK ke bank untuk modal usaha pertanian agar dihitung dengan akurat sehingga dapat mengembalikan angsuran.

Kepala Negara menambahkan luas lahan akan ditambah jika pemanfaatan hutan sosial menghasilkan komoditas yang baik dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Nanti saat kita cek tanah yang sudah diberikan ini produktif dan ditanami, menghasilkan, semakin itu produktif, semakin itu menghasilkan, bapak ibu akan kita siapkan lagi untuk diberikan tambahan lagi. Tapi tadi di depan janjian kalau tidak produktif, ditelantarkan, maka akan dicabut,” kata Presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *