Banom NU Demo Ustadz Felix Siauw di Bangil, ini Tanggapan MUI

oleh

PASURUAN, Madiunraya.com – Massa Badan Otonom (Banom) NU Bangil mendemo Ustadz Felix Siauw yang akan mengisi pengajian akbar bertajuk Antara Wahyu dan Nafsu, di Masjid Manarul Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (4/11/17).

Ketua Ansor Bangil, Saad Muafi mengungkapkan, penolakan dilakukan bersama dengan organisasi di bawah naungan NU lainnya, yakni IPNU, Banser serta Pagarnusa.

Sebelumnya, Banser mendatangi Polres Pasuruan, Selasa (31/10). Mereka mendesak pihak kepolisian, untuk tidak mengeluarkan izin atas rencana kedatangan Felix Siauw tersebut.

Saad Muafi menyampaikan, pihaknya bukan merasa keberatan dengan kajian ilmiah ataupun kegiatan keagamaan yang akan dilakukan di Masjid Manarul, Kecamatan Bangil tersebut. Hanya saja, pihaknya merasa keberatan dengan narasumber yang akan dihadirkan, yakni Felix Siauw.

“Dengan adanya UU tentang ormas yang baru disahkan, kami tidak memperkenankan tokoh ini mengadakan kajian di Bangil,” kata Muafi saat ditemui di Mapolres.

Jika pun ada izin, pihaknya berharap agar pihak kepolisian memberikan surat pernyataan kepada narasumber. Isinya, agar Felix Siauw mengakui ideologi Pancasila dan tidak membawa ideologi Khalifah saat ceramahnya. Bahkan, pihaknya menekankan, agar narasumber tersebut bisa diganti pakar yang lain.

Kapolres Pasuruan, AKBP Raydian Kokrosono mengungkapkan terimakasih terhadap Ansor lantaran sudah diingatkan. Hal ini seiring dengan potensi yang bisa mengganggu kamtibmas. Pihaknya menjelaskan, jika setiap pengajian tidak memerlukan izin. “Namun ketika berpotensi mengganggu empat pilar kebanggsaan, yakni Pancasila, UU 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI tidak akan diizinkan,” jelasnya.

Pihaknya meyakinkan, akan turun ke lokasi. Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pemkab dan pihak-pihak terkait. Sehingga, pihaknya bisa mendapat dukungan yang sama, untuk menjaga kamtibmas di Kabupaten Pasuruan.

Mereka meminta Ustadz Felix menandatangani formulir yang intinya kesetiaan terhadap Pancasila serta tidak menyebarkan ideologi khilafah.

Ada poin yang disodorkan pada Ustadz Felix menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak akan menyebarkan paham khilafah, menyatakan keluar dari HTI.

Tapi pada Sabtu (4/11) pukul 09.15, Ustaz Felix meninggalkan pengajian karena tidak mau menanda tangani surat yang disodorkan Ansor Bangil.

Atas pembubaran dan demo tersebut, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat M Cholil Nafis memberikan tanggapannya. Melalui akun twitternya, kader muda NU ini menyatakan tetap tak setuju pembubaran pengajian oleh masyarakat.

“Statemen saya tetap syaikh: Tak setuju pembubaran pengajian oleh masyarakat, krn penagak hukum pun membubarkannya harus taat hukum,”katanya melalui akun twitter @cholilnafis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *