Polresta Madiun Tangkap Pelaku Penipuan Masinis

oleh

MADIUN, Madiunraya.com – Petugas Polres Madiun Kota menangkap pelaku penipuan rekrutmen masinis di PT KAI yang merugikan korban hingga jutaan rupiah.

Paur Humas Polres Madiun Kota Ipda Mashudi, Kamis (2/11/2017) megatakan, tersangka adalah Sri Rejeki (45) warga Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

“Tersangka ini mengaku dapat memasukkan seseorang untuk bekerja di PT KAI sebagai masinis,” ujar Ipda Mashudi kepada wartawan.

Menurut dia, penangkapan tersangka bermula dari laporan Sunarto (48) warga Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo. Korban saat itu sedang mencarikan anaknya pekerjaan.

Mengetahui korban sedang berusaha mencarikan anaknya pekerjaan, timbul niatan pelaku untuk mengelabuinya. Pelaku menyatakan bisa membantu memasukkan anaknya untuk bekerja di PT KAI sebagai masinis.

“Untuk menyakinkan korban, tersangka ini mengaku punya kenalan orang di perusahaan tersebut,” kata Mashudi lanjut.

Korbanpun langsung tertarik dengan tawaran pelaku. Tersangka kemudian meminta dokumen perlengkapan mencari pekerjaan lengkap dengan surat pernyataan pembayaran biaya masuk sebesar Rp7 juta. Surat pernyataan juga bermaterai agar semakin menyakinkan.

Lama menunggu, anak korban tidak kunjung mendapat panggilan pekerjaan. Korbanpun akhirnya menghubungi pelaku untuk mencari kejelasan.

“Setiap kali ditanyai korban, tersangka beralasan masih proses dan diminta untuk menunggu,” kata dia.

Empat bulan berlalu, kesabaran korbanpun habis. Korban lalu melaporkan ulah tersangka ke polisi. Tak berselang lama, polisi berhasil menangkap Sri Rejeki. Tersangka ditangkap disalah satu warung di Terminal Purboyo Madiun.

Kepada polisi, tersangka mengaku uang Rp7 juta yang dibayarkan korban telah habis untuk keperluan hidup sehari-hari.

Ia juga mengaku jika rekrutmen menjadi masinis tersebut hanya akal-akalannya. Perusahaan yang dimaksud tidak membuka lowongaan. Ia juga tidak memiliki kenalan di perusahaan yang dimaksud.

Tersangka menyatakan tergiur menipu karena korban dengan mudah percaya. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 atau 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman pidana penjara empat tahun. (MR01/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *