Diikuti 24.795 Peserta, Jalan Sehat di Ponorogo Pecahkan Rekor MURI

oleh -447 views
jalan sehat yang digelar di Ponorogo. (Foto: ponorogo.go.id)

PONOROGO, Madiunraya.com – Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat jalan sehat yang diikuti 24.795 orang peserta dengan mengenakan busana penadon (pakaian khas Ponorogo) yang digelar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (29/10/2017) sebagai rekor terbanyak.

“Kami mewakili Ketua Umum MURI Bapak Jaya Suprana mengumumkan sekaligus mengesahkan bahwa jalan sehat yang diikuti 24.795 peserta dengan mengenakan pakaian penadon terbanyak resmi tercatat di MURI, bukan hanya rekor Indonesia, tapi juga rekor dunia,” kata Executive Manager MURI Sri Widayati saat memberikan sambutan.

Sri Widayati kemudian menyerahkan piagam penghargaan rekor MURI ke-8.182 tersebut kepada Kepala Bank Jatim Cabang Ponorogo Widyanayati sebagai pemrakarsa kegiatan jalan sehat bersama Bupati Ponorogo tersebut.

Menurut Sri Widayati, jalan sehat mengenakan busana penadon yang diusulkan ke MURI sebenarnya 3.700 peserta, namun pada pelaksanaannya jauh melampui jumlah itu.

“Hari ini kami kembali datang ke Ponorogo untuk mencatat prestasi yang diprakarsai oleh Bank Jatim Cabang Ponorogo yaitu jalan sehat dengan mengenakan busana penadon yang awalnya diusulkan 3.700 peserta, namun ternyata antusiasme masyarakat luar biasa, sehingga dari hasil verifikasi yang kami lakukan ternyata ada 24.795 peserta,” ujar Sri Widayati.

Rekor tersebut kata Sri Widayati merupakan rekor kesembilan bagi Kabupaten Ponorogo.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Ponorogo yang cukup antusias mengikuti jalan sehat tersebut.

“Jalan sehat itu sebenarnya kegiatan biasa, banyak yang mengadakan jalan sehat seperti ini. Yang menjadi luar biasa itu karena kita mengangkat penadon sebagai pakaian khas untuk dipakai bersama-sama dalam jalan sehat. Alhamdulillah masyarakat cukup antusias mengikuti, jumlah pesertanya di luar dugaan, jauh melampau target, dan semuanya mengenakan pakaian penadon,” kata Bupati Ipong.

Dia berharap kegiatan semacam itu bisa menjadi bagian dari upaya untuk mengangkat kesenian reog, pakaian penadon atau warok di dalam khasanah pakaian khas tradisional Indonesia. Dan akhirnya Ponorogo pun ikut menjadi lebih dikenal. (Ant/MR01)

Hosting Unlimited Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *