Trenggalek Luncurkan Program Kali Bersih dengan Libatkan Sekolah-Masyarakat

oleh

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur membangun gerakan peduli lingkungan dengan meluncurkan program kali bersih (prokasih) dengan melibatkan siswa sekolah dan seluruh elemen masyarakat setempat.

“Prokasih digagas untuk mengajak dan mengingatkan serta membangkitkan kesadaran masyarakat untuk saling menjaga kebersihan sungai. Tentunya program ini harus berkelanjutan dan tidak boleh sepotong-potong ke depannya,” kata Asisten Sekda II Kabupaten Trenggalek Agung Sudjatmiko di Trenggalek, Sabtu.

Ditambahkan olehnya, dengan program kali bersih itu diharapkan nantinya sungai-sungai di Trenggalek bisa terjaga kebersihannya secara berkelanjutan, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian dan kebersihan kawasan sungai.

“Sungai perlu dirawat karena fungsi sungai sendiri sebagai sumber kehidupan. Tentunya kita rindu biota sungai seperti ikan-ikan bisa hidup dan berkembang biak dengan baik,” katanya.

Agung menambahkan, dalam Prokasih tersebut diharapkan benar-benar memberdayakan semua elemen masyarakat, sehingga ke depannya ada rasa saling memiliki terhadap kelestarian dan kesehatan kawasan sungai.

“Ini upaya kami (pemerintah daerah) untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, terutama kebersihan sungai,” kata Kabid Lingkungan Hidup Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Trenggalek Rubianto di Trenggalek, Sabtu.

Ia mengatakan, secara resmi aksi bersih-bersih sungai telah dimulai pada Jumat (27/10) pagi. Tak hanya melibatkan jajaran dinas dan birokrasi, aksi bersih sungai itu juga melibatkan jajaran TNI, Polri, aktivis lingkungan maupun elemen masyarakat lainnya.

Aksi serupa rencananya digelar rutin setiap pekannya, dengan sasaran berbeda.

Dalam kegiatan awal yang melibatkan lebih dari seratusan peserta, aksi bersih-bersih menyasar sembilan titik lokasi, yakni Sungai Bagong, sekitar selter Pasar Subuh, selter Redimenggalan dan Buk Tumpang, selter Kelurahan Sumbergedong, selter Kelurahan Surodakan, selter Ngasinan dan selter Pasar Jarakan ke Barat.

Para peserta fokus memunguti sampah plastik dan aneka ranting-kayu yang berpotensi mengotori ataupun menumpuk lalu menyumbat aliran air sungai.

“Kami berharap program Prokasih ini bisa diikuti seluruh elemen masyarakat hingga tingkat pedesaan untuk membersihkan lingkungan sungai di sekitar tempat tinggal mereka, bersama-sama dan bergotong-royong,” ujarnya.

Diakuinya, masalah kebersihan sungai menjadi fokus perhatian Pemkab Trenggalek. Fakta adanya sampah yang berserak di sejumlah aliran sungai membuat jajaran Dinas PKPLH Trenggalek berinisiatif untuk merancang program Prokasih.

Kata Rubianto, gerakan bersih-bersih sungai itu selaras dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Persampahan.

“Dengan perda ini, tentunya warga tidak boleh sembarangan membuang sampah di sungai, termasuk juga buang hajat di sungai,” ujarnya.

Menurut Rubianto, aksi buang sampah sembarangan yang masih kerap dilakukan sebagian masyarakat bisa merusak fungsi sungai sebagai alat penyedia air bagi warga masyarakat.

“Tentunya dengan membuang sampah di sungai selain dapat mencemari sungai dan bisa merusak ekosistem sungai, sampah dalam jumlah besar bisa mengakibatkan bencana banjir,” katanya. (Ant/MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *