Bupati Dukung Imigrasi Bentuk Tim Pengawasan Orang Asing di Tulungagung

oleh

TULUNGAGUNG, Madiunraya.com – Bupati Tulungagung, Jawa Timur mendukung penuh langkah Kantor Imigrasi setempat membentuk tim pengawasan orang asing hingga tingkat kecamatan karena dinilai efektif menangkal masuknya orang asing maupun penyelundupan barang terlarang lainnya masuk-keluar Indonesia.

“Penguatan jaringan pengawasan orang asing tingkat kecamatan ini diharapkan mampu mencegah praktik penyelundupan, terutama narkoba, maupun pelanggaran keimigrasian lainnya,” kata Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dikonfirmasi usai peresmian tim Pora tingkat kecamatan, di salah satu hotel bintang di Tulungagung, Selasa (17/10/2017).

Syahri mengingatkan kerawanan jalur laut di wilayah pesisir Tulungagung. Menurut dia, garis pantai sepanjang 54 kilometer di pesisir selatan ini kurang pengawasan.

“Dua tahun lalu saya dilapori pejabat Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) saat itu, tentang adanya sebuah kapal pesiar yang mencurigakan. Kapal pesiar tersebut diketahui menurunkan sekoci dan bergerak ke arah darat dan langsung dijemput mobil yang sudah siaga,” kata Syahri.

Muncul dugaan, kapal tersebut digunakan untuk melakukan penyelundupan. Sayangnya keberadaan kapal tersebut terlambat dilaporkan warga sehingga saat dilacak sudah kabur, katnya.

Belajar dari pengalaman itu, Syahri setuju dibentuk tim Pora hingga tingkat kecamatan.

Ia berharap struktur ini tepat untuk mengoptimalkan kinerja Tim Pengawas orang Asing (Timpora).

Tim Pora akan mendeteksi dan menangkal perilaku negatif orang asing. Syahri secara khusus meresmikan Timpora tingkat kecamatan, bersama Kantor Imigrasi Kelas II Blitar.

Sebab ada kecenderungan jumlah orang asing yang punya kepentingan di Tulungagung semakin meningkat.

Baik untuk belajar, wisata, bekerja maupun menetap sementara waktu karena menikah dengan warga lokal.

“Tim Pora ini diisinisiasi oleh Imigrasi Blitar. Tugasnya untuk memantau orang asing, dan menangkal pengaruh negatif mereka,” ucap Syahri.

Dikonfirmasi, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Blitar I Nyoman Gede Surya Mataram mengatakan, di seluruh wilayah kerjanya, orang asing terbanyak ada di Tulungagung.

Totalnya mencapai 195 orang, dengan 159 orang di antaranya merupakan mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung.

Selain itu banyak orang asing yang menikah dengan warga Tulungagung. Biasanya ada warga Tulungagung yang bekerja keluar negeri dan menikah dengan orang di negara tempatnya bekerja. “Ada yang laki-lakinya orang asing, ada juga yang perempuannya yang orang asing,” tutur Surya. (MR01/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *