BPBD Data Kerusakan Akibat Longsor di Trenggalek

oleh
Bupati Emil meninjau tanah longsor dan banjir di Trenggalek. (Foto: Humas Setda Trenggalek)
Bupati Emil meninjau tanah longsor dan banjir di Trenggalek. (Foto: Humas Setda Trenggalek)

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terus mendata jumlah rumah penduduk yang rusak akibat longsor yang terjadi sporadis di wilayah tersebut pada Minggu (15/10) hingga Senin (16/10).

“Pendataan masih terus dilakukan. Untuk keseluruhan nanti silakan konfirmasi ke BPBD selaku lembaga yang berkompeten menjelaskan penanggulangan bencana ini secara keseluruhan,” kata Camat Munjungan Rudijanto dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (17/10/2017).

Namun setelah laporan dari semua desa masuk, Rudijanto mengkonfirmasi rumah warganya yang rusak terdata sebanyak 220 unit.

Jumlah itu tersebar di 11 desa yang ada di wilayah Kecamatan Munjungan, dengan skala kerusakan bervariasi.




“Kebanyakan rusak ringan, tapi ada juga beberapa yang cukup berat seperti tembok belakang atau samping jebol hingga mengenai beberapa ruang,” katanya.

Namun, data resmi kerusakan rumah terdampak longsor secara keseluruhan belum dirilis oleh BPBD maupun Pemkab Trenggalek.

Petugas di unit Pusdalops BPBD Trenggalek menyebut data yang sudah masuk ke markas komando Pusdalops justru varu 130-an unit.

Jumlah itu jauh di bawah data yang sudah direkap Kecamatan Munjungan yang memiliki 11 desa dengan jumlah penduduk sekitar 53 ribu jiwa tersebut.

“Belum semua (data) masuk,” kata petugas pusdalops yang tidak mau disebut namanya.

Kepala BPBD Trenggalek Joko Rusianto belum bisa dikonfirmasi, sedangkan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak saat dikonfirmasi wartawan mengatakan data kerusakan rumah akibat longsor masih dalam proses rekap (rekapitulasi).

“Data masih direkap,” jawab Emil melalui layanan percakapan media sosial whatsapp.

Menurut petugas BPBD, pendataan yang berbasis laporan dari pemerintah desa membuat rekapitulasi berjalan lambat.

Lokasi rumah yang terdampak longsor biasanya berada di tempat terpencil, sementara perangkat harus melakukan pendataan secara faktual lalu membuat rekap kejadian dan kerusakan lalu melaporkannya ke kecamatan dan diteruskan ke BPBD.

Bencana banjir dan tanah longsor terjadi pada Minggu (15/10) malam hingga Senin (16/10), di puluhan desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Trenggalek bagian selatan.

Banjir dilaporkan terjadi di Watulimo, Munjungan, Panggul serta Pogalan. Sementara langsor terjadi di Munjungan, Kampak, Panggul, Pule, serta Dongko.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana yang terjadi sporadis tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta akibat banyaknya longsor kecil yang menimpa rumah-rumah penduduk maupun fasilitas umum lain. (MR01/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *