Bupati Tetapkan Situasi Tanggap Bencana di Trenggalek

oleh
Bupati Emil meninjau tanah longsor dan banjir di Trenggalek. (Foto: Humas Setda Trenggalek)
Bupati Emil meninjau tanah longsor dan banjir di Trenggalek. (Foto: Humas Setda Trenggalek)

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak menetapkan status tanggap bencana di Trenggalek menyusul banyaknya bencana alam yang melanda Kabupaten tersebut pada Minggu hingga Senin (16/10/2017).

Status tanggap bencana ini ditetapkan bertujuan mengantisipasi serta membangkitkan kesigapan seluruh element masyarakat terhadap bahaya bencana alam yang bisa sewaktu-waktu mengancam, pasalnya diprediksi hujan juga masih turun dalam beberapa hari kedepan.

“Kami akan tetapkan ini sebagai tanggap bencana, karena dengan cuaca yang seperti ini kita harus punya kesigapan,” ungkapnya usai memantau langsung kejadian bencana alam di Kecamatan Munjungan sekaligus pembukaan jalur Kampak-Munjungan yang putus total akibat tertimbun material longsor, Senin malam, dikutip dari Humas Setda Trenggalek.




Dia mengatakan bahwa pihaknya sudah kontak dengan BPBD Provinsi Jawa Timur tadi sore. Kepala Dinas BPBD Provinsi tadi juga menyampaikan kesanggupan dan akan menurunkan tim kesini.”Pasalnya resource kita tidak akan cukup untuk hal yang seperti ini, dalam satu hari kita dihantam dengan berbagai bencana alam, sedangkan hujan juga belum berhenti. Bisa-bisa akan ada kejadian-kejadian lagi lainnya,” imbuhnya.

“Makanya saya tadi berkoordinasi langsung dengan BPBD Provinsi dan alhamdulillah mereka akan menurunkan tim besok. Sedangkan kita menginginkan ada penguatan-penguatan sepertihalnya bronjong dengan batunya atapun hal-hal yang lainnya,” tandas Emil Dardak.

Sebagaimana diketahui, hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Trenggalek sejak Minggu (15/10/2017) menjadikan beberapa kejadian bencana banjir dan tanah longsor dibeberapa wilayah di kota tempe keripik ini.

Salah satu bencana longsor ini menyebabkan jalur Kampak-Munjungan putus total. Material tanah dan bebatuan tutupi badan jalan di Dusun Kayu Putih Desa Besuki Kecamatan Munjungan, mulai Senin dini hari.

Emil mengatakan bahwa jika material longsor tersebut terus dibiarkan, pastinya dapat mengganggu aktifitas dan perekonomian warga. Apalagi jalan alternatif yang ada medannya cukup berat untuk dilalui.

Baru pada Senin sekitar pukul 18.30 WIB. alat berat bisa dimobilisasi untuk melakukan pembersihan dititik longsor. Malam itu Bupati Trenggalek bersama beberapa jajarannya dampingi langsung proses pembersihan material longsor di Dusun Kayu Putih tersebut.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, pasalnya hujan kelihatannya masih tetap turun dalam beberapa hari ini, sehingga bencana susulan bisa sewaktu-waktu melanda. (MR01)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *