Tugu ‘The Sea of Sand’ di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Diprotes Keras

oleh
Tugu di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (Foto: Dok Agus Pramono)
Tugu di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (Foto: Dok Agus Pramono)

MALANG, Madiunraya.com – Media sosial ramai dengan perbincangan netizen mengenai pembangunan tugu nama di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tugu tersebut berisi nama bertuliskan The Sea of Sand dan Bukit Teletubbies yang ditempatkan masing-masing di lautan pasir dan sabana Bromo.

Adalah Sahabat Bromo dan Masyarakat Fotografi Indonesia yang memprotes keberadaan tugu nama ‘The Sea of Sand’ di kawasan Bromo Tengger Semeru.

Ketua Dewan Pembina Masyarakat Fotografi Indonesia (MFI), Sigit Pramono mengatakan tugu tersebut dianggap merusak estetika di kawasan Bromo.

“Secara estetika kehadiran tugu- tugu itu sungguh aneh dan jelek di tengah alam Bromo yang begitu indah dan megah. Kehadiran tugu hanya merusak estetika alam Bromo,” kata Sigit dalam surat terbukanya yang dikutip Madiunraya.com pada Sabtu (14/10/2017).




Sigit mengatakan, biaya pembangunan tugu sebaiknya bisa dialihkan untuk penambahan fasilitas umum seperti toilet. Sebab, sejauh ini masih hanya ada satu toilet perempuan di kawasan Bromo. Itu pun sumbangan swasta.”Dewasa ini untuk toilet wanita sangat kurang sehingga pengunjung wanita harus antre sangat panjang jika ingin menggunakan,” terang dia.

Selain itu, Sigit juga mengkritik pengelolaan kawasan Bromo yang belum memadai. Padahal, Bromo adalah salah satu dari 10 destinasi prioritas tujuan pariwisata yang telah ditetapkan Pemerintah.”Alih-alih meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, malah tiket masuk tarif dinaikkan berlipat, mereka malah membangun tugu nama (signage) di tengah-tengah obyek wisata,” kritik Sigit.

Sigit pun meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Pariwisata untuk membongkar tugu nama tersebut. Kalaupun diperlukan, tugu nama bisa dibangun di pintu masuk gerbang kawasan Bromo.

“Kami memohon agar dibongkar. Satu hal yang sudah pasti, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru hanya menghambur-hamburkan uang saja. Padahal uang sebesar  itu bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat,”katanya lagi.

Tak hanya Masyarakat Fotografi Indonesia, fotografer senior Harian Kompas Arbain Rambey pun menuliskan sebuah pertanyaan mengenai tugu Bromo.

Dalam akun Twitternya, Arbain menuliskan sebuah tweet pic dengan berisi foto tugu nama Bromo dengan latar kawasan Pasir Berbisik.”Tugu ini bikin bagus atau bikin jelek?” tulis Arbain dalam tweet tersebut, Jumat (13/10/2017).

Beragam komentar warganet pun bermunculan menanggapi tweet fotografer kenamaan tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *