Bupati Emil Prihatin Kasus Kenakalan Remaja yang Terjadi di Trenggalek

oleh
Bupati Emil Dardak. (Foto: Humas Setda Trenggalek)
Bupati Emil Dardak. (Foto: Humas Setda Trenggalek)

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Keprihatinan ditunjukkan oleh Bupati Emil Dardak atas beberapa kegiatan menyimpang yang dilakukan oleh beberapa anak muda di Trenggalek baru-baru ini. Terkait hal tersebut, doktor termuda se-Asia Pasifik tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyelamatkan generasi penerus bangsa. Miris memang, jika melihat perilaku yang diluar batas oleh anak-anak muda saat ini.

Dikabarkan pada hari Kamis (5/10/2017), di salah satu rumah warga di Desa Dawuhan, Trenggalek, 10 remaja tanggung kedapatan melakukan pesta miras disertai oplosan. Yang lebih memprihatinkan bahwa 10 remaja tersebut tercatat masih duduk di bangku sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Trenggalek langsung bereaksi cepat. Jum’at (6/10/2017), Pemerintah Kabupaten Trenggalek segera mengumpulkan elemen masyarakat mulai dari tiga pilar, organisasi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi pemuda maupun yang lainnya untuk duduk bersama membicarakan hal ini.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Emil mengisyaratkan agar segera dibentuknya tim khusus untuk menangani masalah-masalah seperti ini. Emil Dardak menganggap kenakalan remaja yang terjadi, merupakan permasalahan serius yang harus segera ditangani.




Disampaikan olehnya bahwa kenakalan remaja adalah masalah yang kita dihadapi sejak lama, tetapi sekarang bahayanya adalah bagaimana informasi ini berkembang dan bisa viral dan kita takut akan mempengaruhi mental dari generasi muda kita.

“Disinilah makanya kami tidak mau meremehkan apa yang terjadi, melainkan kita anggap ini sebagai alarm bagaimana kita semua harus mencari langkah-langkah lain yang bisa membentengi,” ungkap Emil Dardak, dikutip dari laman Humas Setda Trenggalek.

“Anak-anak di Trenggalek ini jangan sampai terseret kedalam masalah sex bebas, miras maupun kegiatan menyimpang lainnya. Hari ini saya memohon bantuan dari seluruh elemen, baik itu elemen pemuda, lintas instasi, tokoh masyarakat, para ulama baik yang sepuh maupun yang muda, bagaimana realita sebenarnya di lapangan. Saya sudah minta kepada semuanya untuk berkoordinasi,” imbuhnya.

Bupati Emil juga mengatakan bahwa Ketua PC NU Trenggalek telah setuju untuk bersama-sama membentuk tim khusus. Yang mana tim khusus ini dibangun dari kesadaran bersama, bahwasanya harus ada upaya yang terkonsentrasi.

Emil mencontohkan, tentang bagaimana seorang guru yang mengetahui anak didiknya berpotensi namun mempunyai masalah. Sudah ada upaya untuk mencari tahu kepada orang tuanya maupun mengingatkan, namun kadang-kadang orang tua ini acuh akan kondisi tersebut.

“Dengan kondisi yang seperti ini, orang tua kurang memberikan atensi kepada anaknya sehingga lepas kendali. Disinilah kita melihat semua orang mempunyai peran masing-masing, mungkin ulama mempunyai peran mengingatkan, pemuda mempunyai peran menggugah, guru peran memantau dan mendidik di sekolah, orang tua punya peran mengasuh dan mendidik dirumah, Pemerintah dan tiga pilar punya peran membuat kebijakan yang kondusif upaya mencegah perilaku permisif pelanggaran perda, seperti tempat-tempat terjadinya penyalahgunaan miras dan lain sebagainya, ini semuanya harus dikawal,” tutur Emil menjelaskan.

“Seperti tempat-tempat yang terjadinya pesta miras kemarin perlunya untuk kita awasi dengan keras. Memang tidak bisa semua tempat bisa kita awasi, Trenggalek bukanlah sebuah kota yang padat penduduknya sehingga bisa dengan mudah kita pasang CCTV untuk mengawasi. Trenggalek merupakan daerah yang cukup luas, bahkan luasnya dua kalinya Singapura, banyak gunung-gunung, orang bisa ngumpet dimana saja untuk melakukan kegiatan menyimpang. Kalau tidak dengan kesadaran masyarakat sebagai centrumnya, pasti akan sulit,” terang Emil. (Humas Setda/MR01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *