PRAJURIT TNI KRITIK WARTAWAN

oleh


Ponorogo, Madiunraya.com
Pelda Untung Prasodjo kritik aktivitas wartawan dan masyarakat Ponorogo usai upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di alun-alun Ponorogo, Kamis (17/08).
Menurut Pendim 0802/Ponorogo tersebut banyak wartawan dan masyarakat umum yang kurang menghargai simbol negara yaitu sang saka merah putih. “Tadi saya melihat rekan-rekan wartawan dan masyarakat umum yang terus beraktivitas selama pengibaran bendera sang saka merah putih, mereka nampak mengambil foto atau bahkan bersenda gurau, kalau bukan kita yang menghormati sang saka merah putih lalu siapa lagi”, ujar Pelda Untung berapi-api.
Ingat, untuk bendera merah putih yang hari ini berkibar gagah, 72 tahun yang lalu diperlukan ribuan nyawa yang melayang, darah yang mengalir dan pengorbanan luar biasa dari para pejuang dan pahlawan kita, sambung Pelda Untung.
“Jadi, bagi rekan rekan wartawan dan masyarakat yang belum tahu, selama pengibaran sang saka merah putih hendaknya menghentikan segala aktivitas sebagai bentuk cinta kita kepada simbol negara yang mencerminkan jiwa patriotisme kita, untuk pengambilan momen hendaknya sebelum komando dari pemimpin upacara atau setelahnya”,urai Pelda Untung.
Yang menyedihkan, tadi saya melihat purna paskibraka bahkan ada anggota TNI dan Polri juga bersenda gurau di belakang panggung, ini tanda kalau jiwa nasionalisme sebagian anak bangsa mulai luntur, sekali lagi kalau bukan kita yang menghormati sang saka merah putih siapa lagi, dan kalau bukan sekarang lalu kapan lagi ?,pungkas Pelda Untung dengan tegas. (GIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *