Seorang Calhaj Asal Ponorogo Batal Berangkat Karena Penyakit “Demensia”

oleh

SURABAYA, Madiunraya.com – Pihak keluarga membatalkan keberangkatan seorang calon haji Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, karena yang bersangkutan menderita penyakit “demensia” atau penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan pada organ otak.

Khotijah, nama calon haji berusia 76 itu, tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada hari Kamis bersama rombongan kelompok terbang (kloter) 23, yang semuanya berasal dari Kabupaten Ponorogo.

“Menurut jadwal, kloter 23 berangkat ke Tanah Suci tadi pagi tapi calon haji yang bersangkutan terlebih dahulu dijemput keluarganya karena kondisi kesehatannya yang memiliki riwayat penyakit demensia,” ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya dr Muhammad Budi Hidayat, M.Kes, saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis malam.




Dia mengatakan, Tim Kesehatan KKP Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya yang bertugas di klinik Asrama Haji Sukolilo Surabaya belum mengeluarkan surat penundaan keberangkatan atas kondisi kesehatan calon haji tersebut.

“Pihak keluarganya datang menjemput untuk dibawa pulang,” ujarnya.

Pihak keluarga, lanjut Budi, telah membuat surat pernyataan terkait pembatalan keberangkatan calon haji yang tergabung dalam Rombongan 10 Kloter 23 Embarkasi Surabaya itu.

“Pihak keluarga mengaku tidak tega karena tidak ada keluarga yang mendampingi keberangkatannya ke Tanah Suci sehingga membuat surat pernyataan untuk kemudian dibawa pulang ke daerah asalnya,” ujarnya.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Achmad Faridul Ilmi, juga telah mengonfirmasi pembatalan keberangkatan Khotijah yang telah dibawa pulang keluarganya.

“Calon haji ini kami anggap telah mengundurkan diri atau ditunda keberangkatannya. Insyaallah kalau Allah menakdirkan sembuh, tahun depan bisa berangkat kembali,” ucapnya.

Dia mengatakan, pengganti keberangkatan Khotijah di Kloter 23 Embarkasi Surabaya diambilkan dari daftar calon haji cadangan.

“Tidak bisa digantikan oleh ahli warisnya karena belum ada aturannya. Selama ini kami sudah siapkan lima persen calon haji cadangan yang sudah melunasi dan mengurus paspor untuk menggantikan calon haji yang berhalangan berangkat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *