Pemkab Anggarkan Rp 12 M untuk Penggunaan Batik Ponorogo

oleh
Batik Ponorogo. (Foto: Humas Pemkab Ponorogo)
Batik Ponorogo. (Foto: Humas Pemkab Ponorogo)

PONOROGO, Madiunraya.com – Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengalokasikan 12 miliar untuk penggunaan batik reyog atau batik khas Ponorogo. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Ipong Muchlissoni disela acara peringatan Harkop ke 70 di GOR Singodimejo, Sabtu (22/07).

“Kita mengalokasikan dana 12 miliar melalui APBD untuk memasyarakatkan batik Ponorogo dengan mekanisme tidak melalui lelang namun uang itu kita berikan kepada para siswa yang ada di Ponorogo untuk membeli batik, selain para siswa, para PNS dan pegawai kita wajibkan memakai batik reyog setiap hari kamis,”ujar Bupati Ipong.

“Namun karena produksinya belum maksimal, maka penggunaan batik reyog ini mulai bulan September mendatang, karena permintaan yang masuk dapat terselesaikan sepenuhnya pada bulan Agustus besok,” sambungnya.

Mnurut Ipong, hal ini merupakan peluang yang hatus ditangkap oleh koperasi yang ada di Ponorogo, karena pihaknya membatasi produsen luar Ponorogo untuk mendistribusikan batik reyog ini.




“Harapan kita dengan program yang kita laksanakan ini dapat menumbuhkan industri batik Ponorogo yang dulu pernah ada, disamping itu kita memiliki motif reyog yang menjadi khas Ponorogo dapat menjadi peluang baru bagi pengembangan budaya di Ponorogo selain reyog,”pungkasnya.

Ditemui terpisah, Ketua Dekopinda Ponorogo yang baru, Priyono Budi Setiawan mengungkapkan bahwa dirinya akan konsentrasi meningkatkan SDM insan koperasi dengan pelatihan pelatihan.

“Harapannya, dengan SDM yang meningkat akan mampu meningkatkan koordinasi dan mampu menangkap peluang yang ada, sehingga baik koperasi, pemerintah daerah dan masyarakat dapat merasakan manfaat keberadaan koperasi,”ujar Budi.

Seperti diketahui Ponorogo akan menerapkan penggunaan batik khas Ponorogo dengan motif reyog. (GIN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *