DI KUNJUNGI KASUM TNI, KYAI SAHAL TEGASKAN BAHWA PONPES GONTOR ADALAH LEMBAGA PENDIDIKAN, DAN BUKAN LEMBAGA PERGERAKAN

oleh


Ponorogo–WWW.MADIUNRAYA.COM

Dikunjungi Kepala Staf Umum TNI, Dr. Didit Herdiawan Ashaf, M.P.A., M.B.A, yang mewakili Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, pimpinan PMD Gontor, KH Hasan Abdullah Gontor menyatakan bahwa pondoknya merupakan lembaga pendidikan dan bukan lembaga pergerakan.

“Pondok pesantren modern Darussalam Gontor merupakan lembaga pendidikan Islam yang dimiliki oleh dunia dan bukan milik saya, atau keluarga saya atau siapapun, namun milik umat Islam sedunia”, tegas Kyai Sahal, Senin sore, (05/06), kemarin.

Disini akan dididik tentang pendidikan Islam secara menyeluruh dan bukan dididik dalam pergerakan Islam untuk mengganti NKRI, kami menyatakan bahwa NKRI merupakan harga mati, dan kita akan berdiri dibarisan paling depan apabila dibutuhkan untuk membela NKRI, baik itu Bondho (Harta), Pikir (ide), Bahu (tenaga), lek perlu sak nyawane (Kalau perlu sekalian nyawanya) untuk membela NKRI, jelas Kyai Sahal.




“Jikalau alumnus kita berpolitik kami tidak melarang, kami mengerti politik, namun kami tidak berpolitik, disini kami ingin memajukan Islam yang integral dengan kemajuan NKRI”,pungkas Kyai Sahal.

Sementara dalam sambutannya Kasum TNI, Didit Ashaf menyatakan permintaan maaf Panglima TNI yang tidak bisa hadir karena ada tugas kenegaraan. “Secara umum kami ingin menyampaikan bahwa cikal bakal TNI yang sekarang ini adalah berawal dari resolusi jihad yang dikumandangkan KH Hasyim Asyari saat mempertahankan kemerdekaan RI tahun 1945, dimana saat itu para santri, kyai, ulama, masyarakat dan TKR bersatu melawan NICA yang diboncengi oleh penjajah Belanda”, urai Didit.

Oleh karena itu kita harus bersatu, dimana saat ini ada upaya yang ingin mengadu dan membenturkan antara ulama dengan aparat, antara masyarakat dengan TNI untuk tujuan politisnya, sambung Didit.

“Jika kita bersatu maka tidak ada yang bisa mengalahkan Indonesia menuju kejayaannya”, pungkas Didit.

Acara diakhiri dengan pemberian cindera mata, berdo’a dan berbuka puasa bersama.(YAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *