DI DENDA PLN 24 JUTA, SMP 1 SAWOO INGIN DIBEBASKAN

oleh

Ponorogo–WWW.MADIUNRAYA.COM

Diduga melakukan pencurian listrik, SMP 1 Sawoo Ponorogo di denda PLN 24 juta rupiah yang diangsur selama satu tahun kedepan dan berakhir Januari 2018 mendatang. Namun setelah mengikuti audensi antara Aliansi Konsumen Listrik Ponorogo dengan PLN Ponorogo, pihak SMP 1 Sawoo ingin denda yang mereka lakukan dihentikan dan dibebaskan dari perkara dugaan pencurian arus listrik di sekolahnya tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP 1 Sawoo, Mimik Suko Wahyuni usai audensi dengan PLN, Rabu (07/06) di Kantor PLN Ponorogo.

“Awal mula kami didenda adalah saat kami diancam untuk diputus arus listrik di sekolah kami setelah diketemukan lubang di meteran listrik sekolah kami di bulan Desember tahun 2016 kemarin. Karena kami takut diputus sementara kegiatan belajar mengajar harus terus berlangsung maka kami terpaksa tanda tangan sebagai tanda setuju untuk didenda, padahal kami tidak pernah melakukan pencurian listrik seperti yang dituduhkan”, cerita Mimik.

Singkat kata setelah menandatangani berkas tersebut kami didenda Rp 24.000.000,- yang pembayarannya kami angsur selama setahun, dan sampai dengan bulan ini sudah kami angsur sebanyak 10 juta, kurang 14 juta lagi, sambung Mimik.




“Namun setelah mengikuti audensi dengan PLN bersama dengan teman-teman yang senasib kami ingin dibebaskan dari denda dan uang yang sudah masuk kami minta kembali, karena kami tidak melakukan pencurian listrik. Atau kami ingin seperti SMP 2 Jenangan yang awalnya didenda 12,5 juta dan setelah di nego hanya membayar Rp 2,5 juta saja untuk mengganti alatnya saja”,lanjut Mimik.

Menanggapi permintaan dari SMP 1 Sawoo, Manajer PLN Ponorogo, Muh Rizlani menyarankan kepada yang bersangkutan untuk melakukan pembicaraan dengan rayon Balon. “Kalau untuk meminta uang kembali kami tidak bisa melakukan karena pembayaran denda itu dengan aplikasi dan uangnya juga masuk ke negara”, ujar Muh Rizlani.

Untuk itu, kami meminta supaya warga masyarakat menjaga meterannya dan tidak melakukan tindakan pencurian listrik, karena selain membahayakan jiwa juga bisa merugikan negara, pungkas Muh Rizlani.(YAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *