Penemuan Tiga Korban Longsor Banaran Masih Misterius

Tidak ada komentar 548 views

Tim SAR melakukan pencarian korban longsor Ponorogo. (Foto: BPBD Ponorogo)

PONOROGO, Madiunraya.com – Temuan potongan kaki kanan di lokasi longsor Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo diduga milik salah satu korban yang belum ditemukan saat proses evakuasi bulan April lalu.

Penemuan potongan anggota tubuh manusia oleh warga itu langsung dilaporkan ke petugas. Personil Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) setempat yang terlibat dalam masa pemulihan di lokasi bencana langsung merespon laporan tersebut.

Petugas BPBD sudah mencurigai lokasi tersebut sejak beberapa waktu lalu. Sebab, aroma tak sedap begitu menyengat saat penemuan jasad kelima yang dicurigai atas nama Edi Purnomo itu. Pun baunya tercium di sekitar tumpukan pohon bambu dan lumpur aliran sungai sektor D.

Namun, pencarian tidak dilanjutkan lantaran minim petunjuk lain. Apalagi lokasi juga banyak menimbun hewan ternak. Potongan kaki tersebut lantas dibawah ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk proses identifikasi.‘’Material longsoran perlahan tergerus aliran sungai. Korban dimungkinkan turut terhanyut,’’ ungkap Setyo Budiono, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo.




Selain itu, Budi- sapaan Setyo Budiono -mengungkapkan jika ketiga jasad dan satu potongan yang ditemukan tidak sengaja pasca-tanggap darurat itu belum berhasil teridentifikasi. Pihaknya masih menunggu hasil tes deoxyribose-nucleic acid (DNA) tim forensik Polri.

Meski begitu, warga setempat meyakini jika jasad kelima yang ditemukan beberapa waktu lalu itu diduga Edi Purnomo. Hal ini didasari tanda bekas tindik di telinga jasad tanpa nama itu.

Menurut warga, hanya ada dua korban longsor yang dikenal memakai anting. Satu di antaranya sudah ditemukan saat masa tanggap darurat lalu. Sedang, Jasad keenam dicurigai sebagai Tolu. Cirinya dari bentuk kaki.”Kalau jasad ketujuh dikenali dari pakaian yang masih melekat,’’ ungkapnya sembari menyebut jasad ketujuh diduga bernama Tuniyah.

Jasad kelima dan keenam sudah dimakamkan. Nisan keduanya tanpa nama. Hanya terdapat nomor. Sedang jasad ketujuh masih disimpan di RSUD dr Harjono. Pemakaman menunggu keputusan tim forensik. Begitu juga potongan kaki yang ditemukan Kamis (4/5) kemarin.

Budi menduga temuan jasad maupun bagian dari jasad masih mungkin terjadi. Selain masih banyak korban yang belum ditemukan, material longosran perlahan semakin terurai.‘’Prinsipnya kami hanya menunggu karena proses pencarian sudah dihentikan,’’ pungkasnya. (MR)1/Jawapos)