CEGAH TKI ILEGAL, INI YANG DILAKUKAN IMIGRASI PONOROGO

oleh

Ponorogo-www.madiunraya.com

Untuk mencegah TKI Ilegal dan Human Traficking, Kantor Imigrasi Ponorogo melakukan beberapa hal, diantaranya melakukan pendalaman tujuan keberangkatan saat melakukan wawancara dengan pemohon paspor.

“Dengan melakukan wawancara detail dan pendekatan psikis akan kita ketahui maksud sebenarnya dari pemohon dokumen, apakah benar bepergian untuk wisata, ibadah atau bekerja”,ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Ponorogo, Najarudin Safaat di ruang kerjanya, Rabu (12/04).

Apabila kita mencurigai seseorang yang pengajuan paspornya untuk wisata atau ibadah namun keterangannya tidak meyakinkan maka ada kewajiban bagi yang bersangkutan untuk melampirkan bukti kepemilikan tabungan minimal Rp 25 juta atas namanya, jika tidak bisa membuktikan maka permohonannya akan kita tolak, walaupun yang bersangkutan berdalih apapun, sambung Najarudin.

“Yang kedua, apabila pengajuan paspornya untuk ibadah, baik itu umroh ataupun haji, pemohon harus melampirkan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama setempat, sehingga yang bersangkutan benar-benar berangkat ibadah”,lanjut Najarudin.




Yang ketiga, dalam waktu dekat ini Imigrasi Ponorogo akan duduk bersama dengan Dinas Tenaga Kerja yang membidangi TKI yang akan bekerja ke luar negeri serta Kementerian Agama yang menangani masyarakat yang hendak melakukan ibadah umroh ataupun haji untuk membahas permasalahan permohonan dokumen, jangan sampai kita memberikan dokumen untuk disalahgunakan atau mengijinkan TKI ilegal berangkat ke luar negeri, urai Najarudin.

“Selama satu bulan terakhir, Imigrasi Ponorogo telah menolak 7 pemohon paspor yang kita curigai akan bekerja ke luar negeri namun permohonannya hanya wisata atau kunjungan biasa dan berpotensi traficking”,jelas Najarudin.

Sebenarnya regulasi ini diterapkan untuk melindungi para TKI kita dari human traficking atau TKI Ilegal yang kalau ada apa-apa merugikan yang bersangkutan. Harapan kami masyarakat memahami kebijakan yang kita terapkan ini. Kalau menjadi TKI jadilah TKI yang prosedural sehingga ada jaminan dan perlindungan dari negara dan membuat tenang keluarga yang dirumah, pungkas Najarudin. (YAH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *