ANGGOTA DEWAN KRITISI PEMERINTAH DALAM MENANGANI BENCANA LONGSOR

Ponorogo-www.madiunraya.com

Anggota DPRD Ponorogo dari Partai Golkar, Rahmat Taufiq menilai kinerja pemerintah Kabupaten Ponorogo belum maksimal dalam menangani bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung. Hal tersebut disampaikannya sebelum sidang paripurna tentang keputusan usulan pemindahtanganan barang milik daerah usai di Ruang Sidang Paripurna, DPRD Ponorogo, (11/04)

“Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo baru sebatas membantu pencarian jenazah saja, padahal kalau pemerintah tegas, musibah tanah longsor yang meninggalkan korban meninggal cukup banyak dapat dihindari”,tegas Rahmat Taufiq.

Saya melihat bahwa potensi longsor sudah diketahui berbulan-bulan yang lalu, namun karena pemerintah tidak berbuat nyata seperti relokasi warga dan hartanya tidak membuat penduduk Dusun Tangkil Desa Banaran tidak kembali ke rumah atau ke lahannya, jadi dalam hal ini pemerintah tidak tegas dan tanggap, tandas Rahmat Taufiq.

“Untuk itu saya meminta, Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga berusaha melakukan upaya preventif dengan segera merelokasi warga yang ada potensi longsor seperti di Desa Dayakan, Sawoo dan Bekiring, jangan hanya membantu mencari jenazahnya namun kalau bisa jangan sampai ada korban jiwa”,ucap Ketua DPD Golkar Ponorogo yang baru tersebut.




Kemarin saya melihat langsung bahwa warga Dayakan akan mau direlokasi asalkan bersama hewan ternaknya, biarlah saya mati asalkan bersama ternak saya, karena hanya ini yang saya punya, sambung Rahmat Taufiq menirukan warga Desa Dayakan sambil berkaca-kaca.

“Jadi saya meminta, usaha preventif dengan segera merelokasi harus segera dilakukan bagi daerah yang berpotensi longsor atau bencana yang lain, anggaran ratusan miliar milik Pemda harus berfungsi juga untuk melindungi jiwa masyarakat Ponorogo. Jangan sampai ada korban jiwa karena bencana lagi, cukup di Banaran saja”,pungkas Rahmat Taufiq.(YAH)