Keluarga Masih Ingin Pencarian Korban Longsor Ponorogo Dilanjutkan

oleh
Evakuasi longsor oleh tim gabungan. (Foto: Kominfo Pemkab Ponorogo)
Evakuasi longsor oleh tim gabungan. (Foto: Kominfo Pemkab Ponorogo)

PONOROGO, Madiunraya.com – Keluarga korban tanah longsor di Desa Banaran, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur tak ingin upaya pencarian oleh tim SAR gabungan dihentikan, namun tetap dilanjut hingga 25 warga yang dinyatakan hilang terevakuasi.

“Pencarian harus dilakukan terus. Sampai semua korban ditemukan. Warga tidak mau dihentikan,” kata Kepala Desa Banaran Sarnu dikonfirmasi di lokasi pencarian sektor B, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Jumat.

Menurut Sarnu, warga khususnya keluarga korban pada mulanya pasrah dengan rencana pemerintah.

Mereka pada awal bencana terjadi masih berharap keluarganya bisa ditemukan dengan cepat atas bantuan tim SAR gabungan yang datang sejak Sabtu (1/4) dan memulai upaya pencarian pada Minggu (2/4).

Namun, seiring beratnya medan serta tebalnya material longsor yang menimbun warga dan pemukiman di Dusun Tangkil, warga mulai gelisah.




Terlebih menjelang akhir masa pencarian korban yang diberlakukan selama tujuh hari sejak dimulai Minggu (2/4), tim SAR gabungan dan BPBD Ponorogo mulai menyinggung soal kemungkinan penghentian pencarian.

“Sekarang, warga sudah bisa berpikir. Warga berkeinginan untuk pencarian tetap dilanjutkan sampai ke 25 korban ditemukan semua,” katanya.

Sarnu beralasan selama seminggu, tim evakuasi belum menyisir semua sektor. Dia mengakui medannya sulit, sehingga waktu seminggu tidak cukup.

“Medan sulit memang. Titik yang dicurigai ada tiga, A, B dan C. Serta titik D untuk pembukaan jalur. Tapi belum terjamah semua,” ujarnya.

Sebelumnya, BPBD Ponorogo sudah menetapkan pencarian korban longsor Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo sampai hari ke tujuh. Yaitu, sampai Sabtu (8/4).

Sementara untuk massa tanggap darurat sampai dua pekan atau 14 hari.

“Sudah kami tetapkan, pencarian korban tujuh hari. Sementara tanggap darurat 14 hari,” ucap Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Namun, lanjut dia, proses evakuasi tersebut belum final. Jika sampai hari ke tujuh belum semua ditemukan, tetap ada konfirmasi ke pihak keluarga.

Dia mengatakan, pihak keluarga akan ditanyakan apakah ikhlas atau tidak.

“Jika menerima ya berarti proses pencarian tidak diteruskan. Jika tidak terima ya tim terus mencari,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, juga tergantung evaluasi bersama. Jika hasil evaluasi proses pencarian lanjutan dirasa tidak membuahkan hasil juga akan dibatalkan. (MR01/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *