H+6 Pencarian, ini Temuan Tim SAR di Lokasi Longsor Ponorogo

oleh
Posko Identifikasi korban longsor Ponorogo.
Posko Identifikasi korban longsor Ponorogo.

PONOROGO, Madiunraya.com – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban hilang di lokasi tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung Ponorogo hingga hari ini, Sabtu (8/4/2017).

Pada pencarian Jumat kemarin, tim SAR gabungan hanya menemukan satu unit bangkai sepeda motor yang terpendam material longsor saat melakukan operasi pencarian pada H+6 di sektor A.”Untuk korban manusia tidak ada, hanya bangkai kendaraan bermotor. Mungkin milik salah satu korban,” kata Koordinator Pencarian Sektor A Basarnas Jawa Timur Yoni Fariza di lokasi bencana tanah longsor.

Operasi pencarian pada H+6 sempat terganggu hujan yang beberapa kali mengguyur di lokasi bencana. Namun tim SAR gabungan tetap melanjutkan operasi penyisiran dengan mengerahkan 11 alat berat jenis eksavator di tiga zona utama, yakni sektor A, B dan C.

Sementara di sektor D kegiatan SAR gabungan dilakukan secara manual dengan mengerahkan tim relawan untuk membuka alur air sungai yang mengalir dari sumber yang berada persis di bawah tebing Gunung Gede yang longsor. “Pencarian tetap kita lanjutkan karena kondisinya dinilai masih aman untuk para relawan yang terjun ke lokasi,” katanya.

Yoni menegaskan upaya maksimal sudah dilakukan tim SAR yang ada di lokasi bencana. Namun sulitnya medan serta buruknya cuaca menjadi dan tebalnya material longsor membuat mereka tak bisa berbuat lebih guna mencari keberadaan 25 korban longsor yang kini belum ditemukan tersebut. “Kami juga berupaya untuk bisa secepatnya menemukan para korban, karena keluarga juga sudah menunggu,” kata Yoni.




Hingga hari ke tujuh pascakejadian longsor atau H+6 operasi SAR dilakukan, sebanyak 11 unit eskavator serta 8 unit anjing pelacak diterjunkan untuk mencari keberadaan 25 korban yang belum ditemukan. “Kami berharap, besok ada hasil,” kata Yoni.

Tim SAR gabungan sendiri sampai saat ini masih kesulitan menjangkau salah satu titik lokasi longsor yang diduga terdapat korban tertimbun material longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. “Kondisi medannya yang menyulitkan untuk dijangkau oleh alat berat. Kalaupun bisa, bahaya karena posisinya yang ada di cerukan sementara timbunan longsor di atasnya masih labil,” kata Komandan Tim Basarnas, Asnawi.

Selain lokasi yang sulit dijangkau, tebalnya material longsor ikut menghambat upaya penyisiran hingga titik ekstrem yang ada di cerukan dalam tersebut. “Jika dipaksakan, dikhawatirkan tim evakuasi justru terjebak dan berisiko menjadi korban,” ujarnya.

Lebih lanjut kepala Basarnas Pos SAR Trenggalek menjelaskan bahwa di sektor D terdapat sejumlah rumah penduduk yang rawan terdampak banjir apabila tidak dilakukan pengalihan jalur air. “Sedangkan secara umum untuk proses pencarian hari ini, sampai dengan istirahat Salat Jumat tadi masih nihil, belum ditemukan lagi korban, sama dengan kemarin,” kata Asnawi.

Bencana tanah longsor menerjang pemukiman padat penduduk di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Sabtu (1/4). Sebanyak 32 rumah rata dengan tanah, sedangkan 28 warga dinyatakan hilang. Dari hasil pencarian tiga orang berhasil ditemukan, yakni Katemi (70) dan Iwan Danang Suwandi (27), serta Sunadi (47). Ketiganya ditemukan di sektor C pada hari ke dua dan ke tiga pencarian. (MR01/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *