Pencarian Korban Longsor Ponorogo Masih Nihil, Basarnas Akui Ada Titik yang Belum Disisir

oleh
Posko Identifikasi korban longsor Ponorogo.
Posko Identifikasi korban longsor Ponorogo.

PONOROGO, Madiunraya.com – Badan SAR Nasional (Basarnas) mengakui ada sejumlah titik longsor di Ponorogo yang belum disisir oleh tim sar gabungan. Itu dikarenakan kondisi medan yang sulit dan berbahaya. Komandan Tim Basarnas, Asnawi mengatakan, salah satu titik yang belum disentuh adalah daerah aliran sungai yang berada di bawah lokasi longsor utama.

“Kami bukan tidak mau, tapi kondisinya memang cukup berbahaya, itu kan ada cerukan yang cukup dalam, sedangkan diatasnya masih ada material longsor yang labil,” ujar Asnawi, Jumat (7/4/2017).

Alat berat yang ada tidak memungkinkan untuk menjangkau lokasi tersebut, karena dikhawatirkan akan terjebak dan membahayakan tim evakuasi. Daerah aliran sungai itu diduga terdapat korban yanng hilang, karena posisinya tepat berada di lokasi 12 warga yang sedang memanen jahe.

Dia menjelaskan, saat ini tim gabungan menfokuskan pencarian korban di empat titik. Mulai dari sektor A hingga sektor D. Sektor D merupakan lokasi tambahan yang baru ditentukan Kamis (4/4).

Lebih lanjut Kepala Pos Basarnas Trenggalek ini menjelaskan, di wilayah sektor D terdapat sejumlah rumah penduduk yang rawan terdampak banjir apabila tidak dilakukan pengalihan jalur air. “Sedangkan secara umun untuk proses pencarian hari ini, sampai dengan istirahat Salat Jumat tadi masih nihil, bekum ditemukan lagi korban, sama dengan kemarin,” tambahnya.




Asnawi mengaku, meski belum ada penambahan jumlah korban yang ditemukan, seluruh anggota tim SAR gabungan tetap semangat melakukan proses penyisiran. “Selama masa tanggap darutat itu masih diberlakukan, kami akan tetap menjalankan tugas pencarian seperti biasanya,” ujarnya.

Rencanaya pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terharap proses evakuasi yang dilakukan bersama BPBD Ponorogo. Terkait sampai kapan proses pencarian akan dilakukan, pihaknya menunggu keputusan dari BPBD setempat. “Nah, nantinya kami tentu akan memberikan rekomendasi apabila ada pembahasan terkait hal tersebut,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo Sumani di Ponorogo, Kamis kemarin mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Ponorogo segera merelokasi pengungsi korban longsor ke dua titik lokasi yang akan dibangun rumah huni sementara dengan bangunan semipermanen.

Ia menjelaskan, relokasi tersebut belum final. Artinya, warga yang sebelumnya ditampung di rumah-rumah penduduk yang berada di lokasi aman dipindah sementara menuju tempat relokasi baru dengan bangunan semipermanen yang didirikan pemerintah daerah.”Dua lokasi untuk relokasi sementara itu sudah disurvei oleh tim PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) dan dinyatakan aman,” katanya.

Dua titik relokasi dimaksud masing-masing berada di dekat posko induk darurat bencana di Dusun Tangkil serta di dekat rumah Kades Banaran Sarnu yang masuk wilayah Dusun Krajan.”Sekali lagi bukan tempat relokasi permanen ya. Hanya sementara saja,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ponorogo Jamus Kunto mengatakan pembangunan tempat tinggal sementara mulai dilakukan pada Jumat (7/4).Menurut Jamus, di dua titik relokasi itu akan dibangun sekitar 30 rumah.”Masing-masing titik nanti ada MCK dan sanitasi selayaknya rumah namun masih semipermanen. Ditinggali sampai rumah permanen dibangun,” ujarnya.

Menurut Sumani, warga dan pengungsi sudah mulai jenuh dan tidak betah dengan ketidakpastian nasib keluarganya yang tak kunjung ditemukan. Warga dan pengungsi juga mulai dirundung rasa bosan hanya duduk menunggu di rumah penampungan warga dan kepala desa tanpa ada kegiatan pasti yang bisa mereka lakukan. “Keresahan dan keluhan dari para pengungsi itu yang ditangkap bupati sehingga menginstruksikan untuk segera merelokasi sementara,” kata Sumani.

Tanah longsor terjadi di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, akibatnya 28 orang hilang tersapu longsor. Hingga hari ini baru tiga korban yang berhasil ditemukan, sedangkan 25 sisanya masih dalam pencarian. (MR01/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *