Warga Terdampak Longsor Upayakan Sumber Air Baru

oleh
Material longsor menimbun rumah di Desa Banaran Pulung Ponorogo. (Foto: BNPB)
Material longsor menimbun rumah di Desa Banaran Pulung Ponorogo. (Foto: BNPB)

PONOROGO, Madiunraya.com – Sejumlah warga Desa Singgahan yang berjarak sekitar lima kilometer dari titik lokasi longsor di Desa Banaran, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mengupayakan sumber air baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kampungnya.

“Hari ini tadi pencarian alternatif sumber air baru kami lakukan bersama perwakilan tiga dukuh yang terdampak longsor di Desa Banaran,” kata Kepala Urusan Keamanan Dusun Cengkir, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Budiono di Ponorogo, Rabu.

Aksi gotong-royong, menurut Budiono, dilakukan akibat suplai air bersih tiga dusun di Desa Singgahan terhenti bersamaan peristiwa longsor di Desa Banaran.

Menurut Budiono dan Semin yang Jogoboyo Dusun Ngradi, warga mereka yang kesulitan air bersih mencapai 500-an keluarga.

“Sayangnya upaya pencarian sumber alternatif belum banyak membuahkan hasil,” katanya.

Keduanya mengatakan pencarian sumber air alternatif di Desa Banaran akan dilanjutkan Kamis (6/4) dengan menyusuri beberapa titim sumber air yang ada.




Jika sudah ada gambaran, Pemerintan Desa Singgahan akan mempertimbangkan pembangunan instalasi saluran air bersih baru untuk dialirkan ke ratusan keluarga di Desa Singgahan yang berjarak sekitar lima kilometer.

“Kami belum tahu juga langkah dan persiapan apa yang akan dilakukan setelah sumber yang dicari diketemukan. Tapi yang jelas harus dibangun instalasi baru,” kata dia.

Selain Desa Singgahan, krisis air bersih juga dialami warga Dusun Kerep Desa Wagir Kidul, Desa Tegalrejo serta Desa Bedrug.

Di Dusun Kerep Desa Wagir Kidul 500-an jiwa kesulitan mendapat air bersih, di Desa Singgahan sekitar 2.000 jiwa, dan sisanya tersebar di beberapa dusun Desa Bedrug dan Tegalrejo.

“Kalau di Wagir Kidul sudah tidak terlalu jadi masalah karena warga bisa mengambil air bersih di sumur warga,” katanya.

Sementara untuk warga Desa Singgahan, pencarian air bersih dilakukan warga di sumber-sumber air meskipun kecil di sekitar telaga setempat. (MR01/ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *