Pencarian Korban Longsor Ponorogo Cukup Sulit

oleh
Ipong saat meninjau posko bencana longsor Ponorogo. (Foto: Pemkab)
Ipong saat meninjau posko bencana longsor Ponorogo. (Foto: Pemkab)

PONOROGO, Madiunraya.com – Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengakui upaya pencarian korban hilang tertimbun longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung sulit karena faktor ketebalan material tanah serta luas area terdampak yang menimbun 32 rumah setempat.

“Bukan pesimis ya, tapi bagaimanapun kami harus jujur juga bahwa ketinggian di zona A lokasi pencarian paling atas atau titik nol itu diperkirakan ada delapan rumah dengan ketebalan tanah mencapai 30 meter,” kata Ipong dikonfirmasi wartawan, Rabu.

Ipong tak mau sikap realistisnya tersebut diterjemahkan sebagai pesimistis.

“Bukan pesimis ya. Susah juga ngomongnya, nanti kalau pesimis kan kasihan masyarakat yang jadi korban seakan tidak ada harapan,” ujarnya.

Kendati upaya pencarian akan terus dilakukan, Ipong menyatakan perkembangan bakal dievaluasi pada akhir masa pencarian yang ditetapkan selama tujuh hari, terhitung mulai Minggu (2/4) hingga Sabtu (8/4).

“Selain itu kami juga akan melakukan koordinasi atau konseling dengan keluarga korban. Kalau mereka masih menginginkan untuk terus dicari dan hasil evaluasi memungkinkan, pencarian akan dilanjutkan hingga tujuh hari lagi,” katanya.




Namun apabila hingga akhir pencarian periode kedua korban belum diketemukan semuanya, pemerintah daerah akan merekomendasikan penghentian pencarian kepada BPBD dan tim SAR gabungan.

“Saya rasa kami akan mempertimbangkan itu jika hingga perpanjangan masa pencarian tetap tidak membuahkan hasil maksimal,” kata Ipong.

Petugas Tim SAR Gabungan belum menemukan tambahan korban pada pencarian hari kelima di Desa Banaran, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu sore.

“Sampai dihentikannya sementara evakuasi korban, tidak ada korban yang ditemukan di tiga sektor pencarian,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Sumani, kepada wartawa di lokasi.

Di tiga sektor, masing-masing A, B dan C belum ditemukan satupun korban jiwa, kecuali hewan ternak kambing dan dua unit sepeda motor milik warga terdampak.”Dua unit sepeda motor dalam kondisi sudah sangat rusak ditemukan di sektor A,” ucapnya.

Hal senada disampaikan anggota Tim DVI Biddokkes Polda Jatim Aiptu Pudji Hardjanto yang mengaku hasil pencarian korban jiwa hari ini belum ditemukan satupun.

Memasuki hari kelima pencarian atau hari keenam sejak longsor terjadi pada Sabtu (1/4) pagi sekitar pukul 07.30 WIB, tiga dari 28 korban hilang telah berhasil diketemukan tim SAR gabungan.

Ketiga korban itu masing-masing diidentifikasi tim DVI Biddokkes Polda Jatim sebagai jasad korban Katemi (70), Iwan Danang Suwandi (27), dan Sunadi (47).

Ketiga korban diketemukan di sektor C atau sekitar area ujung “lidah” longsor yang memanjang berbelok hingga radius 1,5 kilometer dari titik nol, lokasi ambrolnya lereng Gunung Gede dengan ketinggian mencapai 150-an meter.

Sebanyak 35 rumah milik 32 keluarga rusak dan terkubur bersama 28 korban yang sebagian bertani dan masih tinggal di dalam/sekitar rumah saat longsor menerjang permukiman mereka. (MR01/Ant)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *