Tim SAR: Masih Ada 2 Korban Longsor Ponorogo di Sektor C

oleh
Evakuasi longsor oleh tim gabungan. (Foto: Kominfo Pemkab Ponorogo)
Evakuasi longsor oleh tim gabungan. (Foto: Kominfo Pemkab Ponorogo)

PONOROGO, Madiunraya.com – Petugas dari Tim SAR Gabungan memperkirakan masih ada dua korban tanah longsor yang tertimbun di wilayah Sektor C di Desa Banaran Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur.

“Kami berkoordinasi juga dengan warga sekitar dan diyakini dua orang masih tertimbun tanah,” ujar Komandan Sektor C Kapten Inf Catur Margo saat ditemui di sela proses evakuasi di Kecamatan Pulung, Ponorogo, Selasa.

Dua korban yang sedang dalam tahap pencarian di Sektor C adalah Nyonya Misri dan anaknya bernama Alvin yang saat kejadian berada tidak jauh dari rumahnya.

Informasi tersebut, kata dia, didapat dari Katenu, kerabat sekaligus tetangga korban yang juga berada di dekat lokasi saat kejadian namun bisa diselamatkan.




Dari 28 korban yang diduga tertimbun tanah, sebanyak tiga orang di antaranya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, yaitu Katemi (70) dan cucunya bernama Iwan Danang Suwandi (27), serta Sunadi (47).

Jenazah Katemi dan Iwan ditemukan pada Minggu (2/4), sedangkan Sunadi pada Senin (3/4) pukul 14.15 WIB, yang selanjutnya jenazah ketiganya diidentifikasi Tim DVI Biddokkes Polda Jatim.

Kendati demikian, lanjut dia, bukan tidak mungkin masih ada beberapa orang lain yang berada di Sektor C, begitu juga Sektor A dan Sektor B.

“Masih ada 25 orang lagi yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Petugas akan terus berusaha semaksimal mungkin,” ucap perwira pertama TNI yang juga menjabat Komandan Koramil 0802/01 Kota, Kabupaten Ponorogo.

Margo mengatakan bahwa tim SAR Gabungan menghentikan sementara proses evakuasi terhadap korban tanah longsor karena hujan. “Proses evakuasi kami hentikan sementara tepat pukul 12.15 WIB karena cuaca hujan deras,” ujar Komandan Sektor C Kapten Inf Catur Margo ditemui di sela proses evakuasi di Kecamatan Pulung, Ponorogo, Selasa.

Pantauan di lokasi, cuaca mendung sudah terjadi sejak sejam sebelum proses evakuasi hari keempat (terhitung sejak hari H kejadian, Sabtu, 1 April) dihentikan, begitu juga dengan gerimis rintik-rintik yang sesekali turun. Petugas yang bekerja di tiga sektor, masing-masing A, B dan C menghentikan aktivitasnya setelah ada instruksi dari pimpinan dan menariknya ke posko.

Begitu juga puluhan warga yang ingin melihat dari dekat proses evakuasi juga diminta untuk meninggalkan lokasi karena hujan deras dan berbahaya. “Kalau dipaksa malah tidak berhasil. Petugas dan relawan juga harus mengerti situasi agar tak terjadi hal tidak diinginkan. Karena itulah kami hentikan sementara akibat faktor cuaca,” ucapnya.

Komandan Koramil 0802/01 Kota, Kabupaten Ponorogo tersebut menjelaskan setiap harinya proses evakuasi dihentikan pukul 16.00 WIB mengingat cuaca dan kondisi tak memungkinkan.”Setiap hari kami memulai evakuasi pukul 08.00 WIB, kemudian berakhir 16.00 WIB, dilanjutkan evaluasi petugas pukul 17.00 WIB,” pungkasnya.

Selain pencarian korban, saat ini sebanyak 178 jiwa warga mengungsi di 5 titik, yakni rumah Lurah Sarnu 30 orang, rumah Agus Suryono 9 orang, rumah Endar 55 orang, rumah Sisri Gondang Sari 12 orang, rumah Sumanto Tangkil 15 orang, rumah Parwoto Tangkil 25 orang dan rumah Bibit Tangkil 20 orang. (MR01/ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *