Sedihnya Ismiatun yang Kehilangan Ibu dan Anaknya Saat Longsor Ponorogo

oleh
Ismiatun korban longsor Ponorogo.
Ismiatun korban longsor Ponorogo.

PONOROGO, Madiunraya.com – Raut muka sedih masih terus ditunjukkan Ismiatun (47), perempuan paruh baya asal Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung yang harus kehilangan 3 anggota keluarga dari total 5 anggota keluarganya dalam peristiwa longsor dahsyat menerjang kampungnya, Sabtu (1/4/2017) lalu.

Ismiatun kehilangan ibunya atas nama Katmi (70), anaknya Iwan Danang Suwandi alias Wawan (27) dan (Ribut, 80) yang merupakan bibinya. Sementara dia dan suaminya selamat atas kejadian di pagi hari tersebut. “Ibu dan anak saya tak selamat saat longsor menerjang rumah dan desa kami. Saya sempat mencoba menyeretnya keluar, namun keburu rumah diterjang longsor,” kata Ismiatun, Minggu kemarin di tempat pengungsian di Rumah Kades Banaran.

Selain itu, keduanya belum bisa melupakan kejadian yang menewaskan dua anggota keluarga mereka. Saat kejadian Sabtu (1/4/2017) lalu, Katmi sedang memasak, dan begitu peristiwa longsor tersebut menerjang, Ismiatun dan suaminya Katni (52) mencoba menolong Katmi namun tidak bisa karena tertimbun material longsor yang berasal dari bukit atas rumahnya.




Dia menceritakan peristiwa maut yang merenggut nyawa kedua anggota keluarganya tersebut. Saat itu dirinya sedang memasak. Di dalam rumanya di Desa Banaran Kecamatan Pulung, ada mertuanya Katmi dan putranya Iwan Danang Suwandi yang masih tidur di kamar.

Mendadak terdengar suara gemuruh, seketika itu, ia sadar bahwa tebing di belakang rumahnya longsor. Ismiatun kemudian, mencari ibu mertuanya yang sudah kesulitan untuk berjalan dan menggandengnya keluar rumah.

Namun, belum sampai keluar rumah ia melihat material longsoran sudah mengenai rumahnya. Seketika ia melepas pegangan tangan ibunya dan segera berlari keluar rumah. Saat berlari, ia sempat menoleh ke belakang dan dalam sekejap rumahnya tertimbun tanah. Putra semata wayangnya dan ibu mertuanya terkubur hidup-hidup di dalam rumah. Sementara suaminya Kateni, yang saat itu baru saja berangkat ke ladang, juga selamat.

Setelah peristiwa tersebut, Ismiatun menuturkan bahwa dirinya sejak awal memilih mengungsi di rumah kades Sarnu karena tak memiliki pilihan lain untuk mengungsi. Ia mengaku panik begitu tiga anggota keluarganya yakni Katmi, Wawan dan Ribut hilang ditelan longsor.”Warga lain sebagian juga ke sini untuk penampungan sementara,”ujarnya.

Dua dari tiga anggota keluarganya, yakni Katmi dan Wawan sendiri akhirnya sudah ditemukan tim SAR gabungan pada Minggu kemarin. “Tidak mudah mencari korban. Lokasi yang tertimbun longsor luas dan material yang menimbun rumah dan korban tebal. Di beberapa lokasi ketebalan mencapai 20 meter,”kata kepala pusat data dan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Tim gabungan mengerahkan enam unit alat berat jenis eksavator yang disebar di tiga zona pencarian. Hasilnya, sekitar pukul 10.30 WIB satu jasad korban atas nama Katmi (70) berhasil ditemukan tim SAR di zona C. Tak berapa lama setelah penemuan jasad Katmi, tim SAR kembali menemukan satu jasad remaja yang diidentifikasi bernama Iwan Danang Suwandi (27) yang tak lain masih cucu pertama korban dan anak dari Ismiatun.

Saat ditemukan, jenazah Katmi masih utuh dan langsung dimasukkan kantung mayat warna orange. Selanjutnya dibawa ke ambulans dan selanjutnya dibawa ke posko untuk identifikasi tim Inafis Polri. Setelah menemukan dua korban tersebut, pencarian 26 korban hilang lainnya akan diteruskan pada Senin (3/4/2017) hari ini. (MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *