Longsor Ponorogo: Warga Terdampak Direlokasi, Proses Pencarian Korban Dilanjutkan

oleh
Ilustrasi: Rumah warga terdampak longsor.
Rumah warga terdampak longsor.

PONOROGO, Madiunraya.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan warga terdampak longsor di Ponorogo segera direlokasi ke tempat yang lebih aman.”Bersama pemerintah daerah setempat, kami telah meminta untuk menyediakan segera tempat relokasi penduduk,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat keterangan tertulisnya Senin (3/4/2017).

Dia mengatakan bupati Ponorogo telah menyetujui usulan masyarakat untuk membangun di lokasi ladang mereka. Namun, lokasi tersebut akan dikaji terlebih dahulu terkait tingkat keamanan daerah tersebut dari potensi bencana.

Kondisi pengungsi, kata dia, memerlukan bantuan khususnya kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, selimut, air bersih, sanitasi, trauma healing dan lainnya. Kondisi hujan masih sering turun di lokasi longsor sehingga mengganggu aktivitas pencarian korban.




Sutopo mengatakan panjangnya longsor yang terjadi dari mahkota longsor ke daerah hilir mencapai 1,5 kilometer. Mengutip pernyataan rektor UGM Dwikorita, dia mengatakan struktur geologi di sekitar tempat kejadian berupa patahan.

Terdapat perbedaan morfologi menyebabkan aliran longsor berbelok sehingga cukup jauh dampak dari longsor, kata dia. “Masa tanggap darurat bencana longsor di Ponorogo tersebut berlaku pada 2-15 April 2017. Pencarian dan penanganan pengungsi masih terus dilanjutkan. Kepala BNPB memuji upaya pemerintah daerah yang telah cakap menangani bencana longsor tersebut. Penanganan pengungsi sudah ditangani dengan baik oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan,” kata dia.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan tim dari BNPB, PVMBG, UGM, PUPERA dan LHK telah melakukan Kajian secara cepat untuk melakukan pemulihan secara keseluruhan. Operasi pencarian korban juga sudah dikelompokkan dan terus dilakukan. “Ada tujuh alat berat dan dibagi tiga sektor. Sektor A kedalaman 17-20 meter yang ditangani oleh Basarnas. Sektor B oleh TNI dan Sektor C oleh Polri. Pencarian korban akan terus dilakukan” kata Willem.

BNPB sendiri memberikan Dana Siap Pakai sebesar Rp500 juta untuk penanganan darurat bencana tanah longsor di kabupaten Ponorogo. Dana tersebut digunakan untuk operasional dalam penanganan darurat. Bencana tanah longsor ini akan menjadi bencana yang ditangani oleh provinsi Jawa Timur dan pemerintah kabupaten Ponorogo.”BNPB terus melakukan pendampingan kepada BPBD, baik pendanaan, logistik, manajemen dan tertib administrasi selama masa tanggap darurat bencana longsor di Ponorogo,” kata dia.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo, setempat terus melakukan pencarian dengan menambah tiga unit alat berat, dari sebelumnya enam unit eksavator, untuk membantu proses pencarian 26 korban tanah longsor yang masih belum ditemukan.”Hari ini tiga unit eksvator dikirim ke atas untuk mempercepat pencarian,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ponorogo Setyo Budiono.

Ia mengatakan, ketiga unit alat berat tambahan dikerahkan ke tiga zona pencarian yang telah ditetapkan tim gabungan bersama Basarnas pada Minggu (2/4) dini hari.”Luasnya area pencarian dan tebalnya material longsor membuat upaya pencarian mengalami kesulitan dan bisa memakan waktu lama,” ujarnya.

Setyo mengatakan, medan paling berat dialami tim pencari di Sektor/zona A dan B yang berada di titik nol dan tengah alur longsor. Di sekitar titik nol lokasi longsor yang berada paling atas atau persis di bawah tebing longsor, Setyo mengatakan, diperkirakan ada 12 korban tertimbun dengan kedalaman material mencapai 14-20 meter.

Sementara di Sektor B, luas area pencarian menyulitkan alat berat dalam membongkar tumpukan material longsor yang masih labil. “Masing-masing sektor di bawah kendali Baasarnas, TNI dan Polri, sesuai pembagian kemarin,” katanya.

Hingga Senin, dua korban meninggal telah ditemukan sedangkan 26 korban masih hilang. Sebanyak 300 jiwa mengungsi di rumah kepala desa dan menumpang sanak saudara terdekat yang aman dari longsor.

Berikut data korban yang sudah ditemukan:

  1. Katmi (P) 70 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  2. Iwan Danang Suwandi (L) 27 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung

Berikut data korban hilang yang belum ditemukan:

  1. Jadi (L) 40 tahun Warga RT/RW 02/III Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  2. Pujianto (L) 47 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  3. Siyam (P) 40 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  4. Situn (P) 45 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  5. Tolu (L) 47 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  6. Katimun (L) 55 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  7. Muklas (L) 48 tahun warga Dukuh Krajan, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  8. Menik, (L) 45 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  9. Arda, (L) 5 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  10. Janti (P) 50 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  11. Fitasari, (P) 28 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  12. Sunadi (L) 47 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  13. Nuryono, (L) 17 tahun  warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  14. Suyono (L) 35 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  15. Suroso (L) 35 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  16. Kateno, (L) 55 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  17. Litkusnin (L) 60 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  18. Bibit (P) 55 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  19. Poniran (L) 45 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  20. Prapti (P) 35 tahun  warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  21. Misri (P) 27 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  22. Anaknya Misri, (P) 3 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  23. Cikrak (P) 60 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  24. Mujirah (P) 50 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  25. Suyati (P) 40 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  26. Purnomo (L) 26 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung

(MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *