Longsor Ponorogo: Ini Kronologi Tim Gabungan Temukan Jenazah Katmi dan Wawan

bencana alam longsor di Pulung Ponorogo

PONOROGO, Madiunraya.com – Sebanyak 1.655 personil SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, NGO, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian 28 korban yang tertimbun longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo.

Menurut keterangan Kepala Humas dan Pusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Minggu malam mengatakan bahwa tim SAR berhasil menemukan 2 korban dalam kondisi meninggal dunia. Korban langsung dibawa di Pos Identifikasi. Sebanyak 26 korban tertimbun longsor masih dalam pencarian.

Dua korban hilang yang telah berhasil ditemukan itu masing-masing diidentifikasi bernama Katemi (70) dan Iwan Danang Suwandi alias Wawan (27). “Tidak mudah mencari korban. Lokasi yang tertimbun longsor luas dan material yang menimbun rumah dan korban tebal. Di beberapa lokasi ketebalan mencapai 20 meter,”katanya.

Tim gabungan mengerahkan enam unit alat berat jenis eksavator yang disebar di tiga zona pencarian. Hasilnya, sekitar pukul 10.30 WIB satu jasad korban atas nama Katmi (70) berhasil ditemukan tim SAR di zona C. Tak berapa lama setelah penemuan jasad Katemi, tim SAR kembali menemukan satu jasad remaja yang diidentifikasi bernama Iwan Danang Suwandi (27) yang tak lain masih cucu pertama korban.

Selain itu, menurut Sutopo, juga faktor cuaca, aksesibilitas menuju lokasi, keterbatasan peralatan dan komunikasi, serta bahaya susulan longsor. Hujan deras pada Minggu siang (2/4/2017) pukul 13.30 Wib menyebabkan operasi SAR dihentikan sementara. “Tujuh alat berat sudah dikerahkan di lokasi longsor. Saat ini alat berat lain masih dalam perjalanan menuju lokasi,”tandasnya lagi.




Sutopo menyebut sebanyak 300 jiwa masih mengungsi di rumah kepala desa dan kerabat terdekat. Pengungsi memerlukan bantuan kebutuhan dasar, seperti makanan, air bersih, pakaian, selimut, dan kebutuhan lainnya.

“Dari 35 KK atau 128 jiwa yang terdampak langsung, 100 jiwa berhasil menyelamatkan diri dan 28 jiwa tertimbun longsor. Mereka yang berhasil menyelamatkan diri tidak sempat membawa apa-apa saat longsor menerjang rumahnya,”ujarnya lagi.

Selain 100 orang tersebut, kata Sutopo, 200 jiwa pengungsi lainnya adalah warga masyarakat di sekitar longsor yang mengungsi karena takut aka nada longsor susulan. “Pengungsi masih trauma karena anggota keluarga yang hilang dan kondisi saat longsor yang menerjang disertai bunyi gemuruh,”ujarnya.

Saat ini, menurut Sutopo, bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak. Rapat koordinasi akan digelar pada hari ini. Kepala BNPB bersama BPBD Provinsi Jawa Timur dan seluruh unsur yang ada akan melakukan rapat koordinasi untuk percepatan penanganan darurat.

“Posko utama tanggap darurat, masa tanggap darurat, system komando, struktur organisasi tanggap darurat, dan lainnya akan segera ditetapkan untuk memudahkan dalam penanganan tanggap darurat. Strategi pencarian dan penyelamatan korban dilakukan dengan membagi menjadi beberapa sector. Alat berat dan personil dibantu anjing pelacak dikerahkan untuk mencari korban. Dapur umum didirikan untuk memberikan bantuan kepada korban,”pungkasnya. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo terpaksa menghentikan sementara pencarian korban hilang tertimbun longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung karena hujan deras sehingga berisiko tinggi bagi relawan.

Hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Punung sekitar pukul 13.30 WIB sehingga seluruh aktivitas pencarian dihentikan. Enam alat berat yang semula dikerahkan di tiga zona pencarian juga ditepikan ke sisi aman untuk menghindari longsor susulan. Pencarian akan dilanjutkan pada Senin (3/4) pagi dengan mempertimbangkan cuaca serta keselamatan tim SAR dan relawan. 

Berikut data korban yang sudah ditemukan:

  1. Katmi (P) 70 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  2. Iwan Danang Suwandi (L) 27 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung

Berikut data korban hilang yang belum ditemukan:

  1. Jadi (L) 40 tahun Warga RT/RW 02/III Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  2. Pujianto (L) 47 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  3. Siyam (P) 40 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  4. Situn (P) 45 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  5. Tolu (L) 47 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  6. Katimun (L) 55 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  7. Muklas (L) 48 tahun warga Dukuh Krajan, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  8. Menik, (L) 45 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  9. Arda, (L) 5 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  10. Janti (P) 50 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  11. Fitasari, (P) 28 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  12. Sunadi (L) 47 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  13. Nuryono, (L) 17 tahun  warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  14. Suyono (L) 35 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  15. Suroso (L) 35 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  16. Kateno, (L) 55 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  17. Litkusnin (L) 60 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  18. Bibit (P) 55 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  19. Poniran (L) 45 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  20. Prapti (P) 35 tahun  warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  21. Misri (P) 27 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  22. Anaknya Misri, (P) 3 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  23. Cikrak (P) 60 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  24. Mujirah (P) 50 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  25. Suyati (P) 40 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  26. Purnomo (L) 26 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung