Kemensos Salurkan Rp 1,34 M Tangani Tanah Longsor Ponorogo

Salah satu korban longsor Ponorogo. (Foto: BPBD)

PONOROGO, Madiunraya.com – Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp 1,34 miliar untuk menangani bencana tanah longsor di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meninjau dapur umum yang disiapkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kemensos yang berjarak dua kilometer dari lokasi longsor di DukuhTangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Minggu (2/4/2017).

Bantuan tanggap darurat yang disalurkan berupa logistik dengan total senilai lebih dari Rp831 juta, operasional Tagana selama seminggu Rp70 juta serta menyiapkan santunan untuk ahli waris korban meninggal dunia senilai Rp 420 juta dan juga korban luka-luka maksimal Rp5 juta.




Kemensos telah mengerahkan Tagana untuk evakuasi dan membuka dapur umum dengan kekuatan 135 personel terdiri dari Tagana Probolinggo 40 personel, Tagana Trenggalek, Nganjuk, Pacitan, Magetan, Madiun dan kota Madiun masing-masing 10 personel dan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Ngebel sebanyak 30 personel.

Hingga Minggu siang, sesuai data resmi posko tanggap darurat, jumlah warga yang terdampak longsor mencapai 128 jiwa. Dari jumlah tersebut 100 jiwa dinyatakan selamat dan 28 sisanya masih dinyatakan hilang.

Berikut data korban hilang yang dihimpun Madiunraya.com dari posko bersama tanggap darurat:

  1. Jadi (L) 40 tahun Warga RT/RW 02/III Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  2. Pujianto (L) 47 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  3. Siyam (P) 40 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  4. Situn (P) 45 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  5. Tolu (L) 47 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  6. Katimun (L) 55 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  7. Muklas (L) 48 tahun warga Dukuh Krajan, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  8. Menik, (L) 45 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  9. Arda, (L) 5 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  10. Janti (P) 50 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  11. Fitasari, (P) 28 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  12. Sunadi (L) 47 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  13. Nuryono, (L) 17 tahun  warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  14. Iwan (L) 30 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  15. Katmi (P) 70 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  16. Suyono (L) 35 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  17. Suroso (L) 35 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  18. Kateno, (L) 55 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  19. Litkusnin (L) 60 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  20. Bibit (P) 55 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  21. Poniran (L) 45 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  22. Prapti (P) 35 tahun  warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  23. Misri (P) 27 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  24. Anaknya Misri, (P) 3 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  25. Cikrak (P) 60 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  26. Mujirah (P) 50 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  27. Suyati (P) 40 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  28. Purnomo (L) 26 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung

(MR01)