Dua dari 28 Korban Hilang Longsor Ponorogo Berhasil Dievakuasi

oleh
Bencana alam tanah longsor menerjang Desa Banaran Kecamatan Pulung
Bencana alam tanah longsor menerjang Desa Banaran Kecamatan Pulung

PONOROGO, Madiunraya.com – Dua dari 28 korban yang dinyatakan hilang tertimbun material longsor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur berhasil dievakuasi tim Basarnas setelah dilakukan penggalian menggunakan sejumlah alat berat, Minggu.

“Sementara ini ada dua korban ditemukan di zona C yang ada di kawasan mukim terdampak longsor bagian bawah,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi dikonfirmasi di sela proses evakuasi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Mulanya, Kapolres Suryo sempat menyebut tiga korban hilang terevakuasi, dengan satu di antaranya di ditemukan di zona A, area terdampak longsor bagian atas.

Namun, ia menyatakan informasi korban ketiga tersebut masih akan diklarifikasi ulang, karena belum disertai identitas pasti dan belum terklarifikasi pihak Basarnas yang menjadi koordinator pencarian korban hilang.

“Informasi yang menyebut sudah ada temuan satu korban di zona A tidak benar,” kata Yoni Fahriza, anggota Basarnas Pos SAR Trenggalek yang juga koordinator proses pencarian di zona A.




Saat Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa datang meninjau lokasi bencana dan membezuk korban tanah longsor di posko penanggulangan bencana di Dusun Tangkil, Desa Banaran, tim BPBD memastikan dua korban yang telah terevakuasi dan teridentifikasi.

“Untuk korban hilang yang telah dievakuasi dan teridentifikasi, Kemensos bisa langsung memberikan santunan pada pihak keluarga atau ahli warisnya, karena itu menjadi ranah kami,” kata Khofifah usai bertemu dan memberikan simbolis santunan kepada keluarga korban.

Dua korban hilang yang telah berhasil ditemukan itu masing-masing diidentifikasi bernama Katemi (70) dan Iwan Danang Suwandi alias Wawan (27).

Keduanya merupakan satu keluarga nenek dan cucu yang saat kejadian tidak sempat menyelamatkan diri karena masih di dalam rumah.

“Jenazah langsung dievakuasi ke posko DVI (disaster victim identification) di atas,” kata Komandan Tim Basarnas Pos SAR Trenggalek Asnawi.

Dengan ditemukan dua jenazah itu, saat ini tim gabungan dibantu enam unit alat berat jenis eskavator yang masih terus melakukan pencarian terhadap 26 korban yang masih hilang tertimbun longsor.

Besarnya volume longsoran yang mencapai ketebalan hingga 14 meter disebut Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat meninjau proses evakuasi sebagai kendala serius, sehingga diperkirakan proses pencarian memakan waktu lama.

Sebagaimana hasil rapat koordinasi tim gabungan pada Sabtu (1/4) malam hingga Minggu (2/4) dini hari pukul 03.00 WIB, proses pencarian menggunakan alat berat dikonsentrasian di tiga zona inti yang diperkirakan menjadi area posisi korban saat tertimbun jutaan kubik material longsor.

Informasi jumlah korban yang hilang sempat berubah-ubah, dari mulai diinformasikan pada Sabtu siang sejumlah 17 warga menjadi 31 warga, lalu berubah lagi menjadi 27 orang, dan terakhir setelah dilakukan verifikasi dan konfirmasi ulang dengan melibatkan seluruh perangkat, keluarga dan saksi dipastikan sebanyak 28 orang hilang pada Minggu pagi usai rapat koordinasi tim gabungan.

Informasinya memang simpang siur karena awalnya disebut yang panen bawang tujuh orang dan di dua kawasan mukim warga sejumlah 10 orang sehingga total 17 orang.

“Namun, sorenya informasi bertambah menjadi 31 orang, tapi setelah dilacak dan kroscek kembali ternyata beberapa sudah mengungsi sehingga terakhir teridentifikasi 28 orang itu,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Ponorogo Setyo Budiyono. (MR01/ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *